Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bangka Belitung (Babel), hingga triwulan II 2012 mencapai 306.906 unit atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 296.788 unit.

"Diperkirakan jumlah UMKM tahun ini terus bertambah karena minat masyarakat untuk membuka dan mengembangkan usaha ini cukup tinggi," ujar Kepala Koperasi dan UMKM Babel, Budiman Ginting, di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, sebanyak 306.906 unit UMKM tersebar di tujuh kabupaten/kota dengan rincian UMKM di Kabupaten Bangka 49.685 unit, Belitung sebanyak 45.411 unit, Bangka Barat sebanyak 52.928 unit, Bangka Tengah sebanyak 333.763 unit, Bangka Selatan sebanyak 68.142 unit, Kabupaten Belitung Timur sebanyak 33.588 unit dan Kota  Pangkalpinang sebanyak 23.389 unit.

"Jumlah UMKM ini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah UMKM 2008 sebanyak 241.345 unit, 2009 sebanyak 248.585 unit, 2010 sebanyak 264.808 unit, 2011 sebanyak 296.788 unit dan diperkirakan UMKM 2012 mencapai 425 ribu unit," ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan UMKM ini cukup penting untuk meningkatkan perekonomian dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Babel.

"Saat ini, UMKM mampu menyerap 621.426 orang tenaga kerja atau sebesar 98 persen dari total tenaga kerja dan peran UMKM dalam PDRB Babel mencapai 71,64 persen," ujarnya.

Menurut dia, saat ini, produktivitas UMKM berkurang karena kondisi krisis ekonomi global, seiring permintaan produk UMKM mengalami penurunan.

"Saat ini, permintaan negara-negara tujuan ekspor produk UMKM Babel berkurang, sehingga para pelaku UMKM mengurangi produksi," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kami berupaya untuk mendorong pelaku UMKM dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam percepatan kemajuan UMKM.

Sementara itu, untuk penguatan permodalan, kami telah menjalin kerja sama dengan perbankan, non perbankan dan lembaga pinjaman modal lainnya, sehingga pelaku UMKM ini mudah mendapatkan permodalan untuk memperkuat usahanya.

"Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk lebih kreatif misalnya memproduksi produk jadi dan tidak lagi menjual atau ekspor bahan mentah, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM dalam membenahi manajemen, pemasaran dan kemasan produk, sehingga UMKM ini lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional," ujarnya.


: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026