"Saat ini stok beras di gudang 10 distributor mencapai 4.105 ton atau cukup hingga dua bulan ke depan untuk memenuhi konsumsi warga,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Stok beras usai pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 di Provinsi Bangka Belitung (Babel) aman untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.

"Saat ini stok beras di gudang 10 distributor mencapai 4.105 ton atau cukup hingga dua bulan ke depan untuk memenuhi konsumsi warga," kata Kepala Disperindag Babel, Suharto di Pangkalpinang, Jumat.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (10/4) stok distributor di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung mencapai 4.105 ton, masing-masing di distributor Bina Purnama Bersama 300 ton, CV Bangka Alam Sejahtera 300 ton, CV Cahaya Abadi 55 ton, Akon 250 ton, Bulog 2.000 ton, Toko Hartono 25 ton, Toko Kim Nyuk 40 ton, CV AS 50 ton, UD Mawar Jaya 425 ton dan PT Globus Internusa Belitung 610 ton.

"Usai pemilu ini permintaan beras masyarakat agak menurun karena selama masa kampanye ada partai politik dan calon anggota legislatif yang membagi-bagikan beras gratis kepada warga," ujarnya.

Menurut dia, selama masa kampanye terjadi penurunan stok beras di gudang distributor seiring permintaan dari parpol dan caleg yang mengalami peningkatan.

"Memang selama masa kampanye harga beras mengalami kenaikan tipis, namun tidak memengaruhi daya beli masyarakat yang cukup tinggi," ujarnya.

Saat ini harga beras merek Super 118 turun menjadi Rp11.500 dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram, merek RM turun menjadi Rp10.750 dari sebelumnya Rp11.000 per kilogram, harga beras lokal, beras Bulog jenis medium masih bertahan Rp8.500 per kilogram.

"Sampai saat ini harga beras di Babel masih berdasarkan mekanisme pasar. Kondisi ini karena tingkat konsumsi beras warga cukup tinggi, sementara produksi beras petani rendah," katanya.

Sekitar 85 persen kebutuhan beras warga masih mengandalkan pasokan dari luar, sehingga tingkat kerawanan pangan di daerah itu terbilang cukup tinggi.


Pewarta: Oleh Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026