"Pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia didorong kekhawatiran investor terhadap koreksi yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan kenaikan suku bunga dan perang dagang mulai dilihat investor berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang mendorong investor memilih mata uang yen sebagai "save heaven" dibandingkan dolar AS ditengah koreksi pasar saham AS tersebut.
"Rupiah mendapatkan momentum eksternal itu. Rupiah kemungkinan akan menguat ke kisaran level Rp15.150-Rp15.190 dolar AS," paparnya.
Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova mengatakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" kemungkinan direspon positif pelaku pasar.
"Kebijakan BI itu diharapkan dapat menurunkan defisit transaksi berjalan yang akhirnya dapat mendukung rupiah," katanya.
Pewarta: Zubi MahrofiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.