Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Tim Bidang Kesehatan (Bidokkes) Polda Kepulauan Bangka Belitung sudah memperoleh 21 data ante mortem dari keterangan keluarga terdekat penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang pada Senin pagi jatuh di laut kawasan Karawang, Jabar.

"Sampai malam ini kami sudah mendapatkan sebanyak 15 data ante mortem berdasarkan keterangan dari keluarga korban," kata Kabid Dokkes Polda Babel, AKBP Ahmad Fauzi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, data tersebut sangat diperlukan untuk membantu identifikasi terhadap korban kecelakaan pesawat Lion Air karena berdasarkan keterangan langsung dari keluarga terdekat.

"Data ini nanti kami kirim ke Kramat Jati untuk dicocokkan dengan dengan temuan korban pesawat nahas tersebut, sehingga mempercepat identifikasi jenazah," katanya.

Polda Babel mendirikan posko ante mortem di kawasan Bandara Depati Amir dan menempatkan puluhan petugas untuk menerima data dan informasi dari keluarga korban.

Posko tersebut sudah didirikan sejak Senin pagi dan hingga malam puluhan petugas yang bekerja secara tim terus melakukan pendataan terhadap ciri-ciri korban berdasarkan keterangan dari pihak keluarga.

Lion Air JT 610 Boeing 737 Max 8 membawa sebanyak 178 penumpang dengan rute Jakarta-Pangkalpinang dan dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Pesawat tersebut hilang kontak dan jatuh setelah 12 menit meninggalkan Bandara Soekarno Hatta.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026