"Kita mengajak diskusi KNPI, Komunitas Batu Kapur dan STOB serta awak pers di daerah ini," kata Anggota Bidang Pencegahan dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan Azhari di Toboali, Sabtu.
Ia mengatakan diskusi dengan komunitas dan awak media ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dan meminta sumbang saran dari komunitas ini.
"Intinya jangan sampai masyarakat jadi korban dalam pemilu Tahun 2019 nanti hanya karena beda pilihan lalu ribut dan sampai tidak saling sapa," ucapnya.
Menurut Azhari ada beberapa hal yang harus dipahami oleh masyarakat agar tidak mengganggu jalannya pesta demokrasi yaitu tentang pelanggaran pemilu.
"Ada berbagai macam pelanggaran di antaranya berita hoaks lalu politik uang dan banyak yang lainnya," tutur Azhari.
Anggota Bawaslu Bidang Penindakan Erik mengatakan kalau dibandingkan dengan jumlah anggota Bawaslu memang sulit melakukan pengawasan karena jumlahnya hanya tiga orang.
"Untuk setiap desa hanya ada satu orang lalu ditingkat kecamatan juga satu orang dan di tingkat kabupaten ada tiga jadi sangat sulit melakukan pengawasan oleh sebab itu kita ajak komunitas masyarakat dan Media diskusi," ujarnya.
Ia berharap ada sumbang dan saran dari peserta diskusi agar proses pemilu pilres dan pileg berjalan lancar sehingga pesta demokrasi ini sukses.
"Setelah mendapat sumbang saran dari peserta diskusi, kami merasa mendapat perhatian dan dukungan untuk mensukseskan pemilu tahun depan," ucapnya.
Pewarta: JuniardiUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.