"Harga beras jenis premium mengalami penurunan juga karena permintaan berkurang,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat harga beras di sejumlah pasar tradisional kembali turun menjadi Rp10 ribu dari sebelumnya Rp10.500 per kilogram karena stok cukup.

"Harga beras jenis premium mengalami penurunan juga karena permintaan berkurang," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Husni Thamrin di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan stok beras di gudang distributor tercatat sebanyak 3.982 ton.

Beras sebanyak itu tersebar di gudang distributor Bina Purnama Bersama sebanyak 500 ton, CV Bangka Alam Sejahtera 325 ton, CV Cahaya Abadi 50 ton, Akon 200 ton, Bulog 1.972 ton, Toko Sumber Pelita 35 ton, Toko Kim Nyuk 50 ton, UD Mawar Jaya 435 ton, CV AS 40 ton dan PT Gloubus Internusa Belitung 375 ton.

"Stok beras masih aman hingga tiga bulan ke depan dan harga diperkirakan akan terus normal dan bahkan cenderung mengalami penurunan seiring permintaan beras warga yang berkurang, sementara pasokan beras dari luar daerah lancar," ujarnya.

Menurut dia, para pedagang bahkan mengeluh karena sulit menghabiskan stok yang cukup banyak.

Namun demikian, ia berharap para pengusaha sembilan bahan pokok (sembako) terus menambah pasokan beras dari luar untuk mengantisipasi kekurangan stok akibat kondisi perairan yang menghambat lalu lintas kapal laut.

"Untuk memenuhi konsumsi beras warga kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena hasil padi petani lokal yang masih kurang," ujarnya. 


Pewarta: Oleh Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026