Pangkalpinang,  (Antaranews Babel) - PT Timah Tbk menggandeng PT Biro Klasifikasi Indonesia, sebagai bentuk komitmen perusahaan penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia itu dalam mewujudkan sekaligus meraih predikat zero fatality pada 2019.

"Kita berkomitmen dan menargetkan bisa meraih predikat zero fatality 2019," kata General Manager PT Timah Tbk, Ahmad Syamhadi saat membuka forum grup discussion bertema "Inspeksi Pengujian Peralatan Pertambangan Penunjang Keselamatan dan Zero Accident Tahun 2019 di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan statistik, fatality accident 80 persen bisa dicegah dengan inspeksi yang rutin. 

"Kalau cek inspeksinya detail dan kita disiplin melakukannya dan kualitas inspeksinya bagus, cukup dengan panca indra bisa mengcover, mencegah 80 persen dari insiden-insiden yang serius, yang fatal," ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiharto mengatakan target zero fatality bisa tercapai bilamana perusahaan menjalankan tahapan-tahapan dan program yang dibuat secara tepat dan terarah. Inspeksi yang berkala dapat mencegah potensi accident, khususnya terhadap alat-alat yang bergerak (moving part).

"Makin tinggi tingkat fatality sebuah alat, maka makin tinggi pula upaya pencegahan yang harus dilakukan," katanya.

Ia berharap kehadiran BKI dapat memberikan nilai tambah dan jaminan keamanan bagi peralatan produksi PT Timah dan mitra kerja PT Timah. 

Kepala Departemen Operasi Komersil PT BKI, Rusdin Haluddin mengatakan siap mendukung Unit Pertambangan Laut PT Timah demi mewujudkan targetnya yakni zero fatality 2019.

"Kami dalam beberapa tahun terakhir sudah menerima penghargaan dari Departemen Tenaga Kerja tentang Zero Accident, dan itu sejalan dengan target pencapaian PT Timah," ujarnya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) UPLB PT Timah, Erwin Suheri menyampaikan tanggung jawab seorang KTT merupakan memberikan pendidikan dan wawasan mengenai regulasi yang ada serta memberikan sebuah jaminan keselamatan dalam penggunaan peralatan.

Selain itu, KTT juga bertanggung jawab memberikan edukasi kepada karyawannya ataupun orang-orang yang menjadi partnernya dalam bekerja.

Oleh karena itu, pada tahun depan ditargetkan akan ada peningkatan pengawasan dalam hal produksi. Tujuannya sederhana, yakni untuk memberikan jaminan atau garansi bahwa kapal yang digunakan itu aman dan selamat, baik bagi pekerjanya maupun bagi investor. 

"Ini sebagai sebuah jaminan bahwa investasi itu aman dan orang yang bekerja itu juga aman karena mereka juga aset kita," pungkasnya.

Koordinator Inspektur Tambang Babel Suryono menyampaikan, PT Timah sebagai pemegang IUP komoditas timah terbesar di Babel, baik di darat maupun di laut potensinya sangat besar sekali.

"Dalam hal keselamatan, saya tak meragukan lagi. Saya kira PT Timah selalu menjamin untuk memberikan keselamatan, karena Perusahaan ini mempunyai visi yang sangat baik sekali, yakni sebagai perusahaan pertambangan terkemuka di dunia yang berwawasan lingkungan," ujar Suryono. 

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026