Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan hari sejarah kepada pemerintah pusat, sebagai upaya mengangkat wisata sejarah Pesanggrahan Wisma Ragam dan Pasanggrahan Menumbing Kabupaten Bangka Barat.

"Kami ingin mencoba mengangkat Bangka Barat ini, karena sejarahnya," kata Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan Pesanggrahan Menumbing di Muntok Kabupaten Bangka Barat dulunya digunakan sebagai tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta serta tokoh nasional lainnya Agus Salim, Mohammad Roem dan Ali Satroamijoyo.

Hatta diasingkan ke Pulau Bangka pada 22 Desember 1948, sedangkan Soekarno dua bulan setelahnya yakni pada Februari 1949. Keduanya menempati lokasi yang berbeda, Hatta berada di sebuah wisma di atas Bukit Menumbing sedang Soekarno di Kota Muntok.

"Kami akan menjadikan tanggal dimana tanggal pertama kali Bung Karno dibuang di Pulau Bangka ini dan akan diusulkan sebagai sebuah hari memperingati setiap tahun, yaitu hari sejarah," ujarnya.

Menurut dia hari sejarah ini di Indonesia belum ada. Oleh karena itu, Pemprov Kepulauan Babel bersama berbagai kalangan mencoba mengusulkan hari sejarah ke pemerintah pusat.

"Dengan ditetapkan hari sejarah ini, nanti kita kaitkan dengan peristiwa yang ada di Pasanggrahan WTB dan Pasanggrahan Menumbing," katanya.

Ia menambahkan apabila hari sejarah itu ditetapkan pemerintah, maka keberadaan Muntok sebagai ibukota Kabupaten Bangka Barat, akan lebih terangkat ditingkat nasional.

"Jangan sampai nanti, apa yang sudah dicetuskan oleh para tokoh bangsa ini yang berawal di Pasanggrahan WTB hilang dari sejarah," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026