"Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 105,2 juta dolar AS dan non timah sebesar 24,9 juta dolar AS,"
Pangkalpinang, (Antara Babel) - Nilai ekspor dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Maret 2014 mencapai 130,1 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 7,7 persen dibanding sebelumnya Februari 2014 mencapai 120,8 juta dolar AS.

"Total ekspor Babel tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar 105,2 juta dolar AS dan non timah sebesar 24,9 juta dolar AS," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan, timah merupakan ekspor terbesar yaitu berperan 80,9 persen dari total ekspor selama periode Maret 2014, dengan negara tujuan utama yaitu Singapura yang mencapai 71,9 juta dolar AS (68,3 persen) dari keseluruhan ekspor timah.

Diikuti Belanda sebesar 10,9 juta dolar AS (10,4 persen), Amerika Serikat 5,8 juta dolar AS (5,5 persen), India sebesar 5,0 juta dolar AS (4,8 persen) dan Korea Utara sebesar 3,7 dolar AS (3,5 persen).

Sedangkan ekspor non timah selama periode Maret 2014 negara tujuan utamanya adalah Singapura yang mencapai angka terbesar yaitu 14,0 juta dolar AS (56,2 persen) memberikan kontribusi terbesar dengan ekspor crude palm oil dan berbagai barang logam dasar.

Diikuti Bangladesh sebesar 7,7 juta dolar AS (30,9 persen) dengan komoditi ekspor terbesar crude palm oil, China 1,1 juta dolar AS (4,4 persen) dengan karet, Jepang 0,7 juta dolar AS dengan lada putih, Malaysia 0,5 juta dolar AS (2,0 pesen) dengan hasil perikanan dan olahannya serta Vietnam 0,3 juta dolar AS (1,2 persen) dengan lada putih.

Ia mengatakan, pada Februari 2014 juga terjadi kenaikan ekspor ke lima negara tersebut sebesar 7,6 persen yaitu dari 790,5 juta dolar AS menjadi 97,3 juta dolar AS. dengan kenaikan terbesar adalah Amerika Serikat yaitu dari 0,3 juta dolar AS menjadi 5,8 juta dolar AS.

Diikuti oleh India sebesar 187,9 persen dan Singapura 3,2 persen, sedangkan Belanda dan Korea Utara mengalami penurunan masing-masing sebesar 25,0 persen dan 12,5 persen yaitu dari 14,6 juta dolar AS menjadi 10,9 juta dolar AS dan dari 4,3 juta dolar AS menjadi 3,7 juta dolar AS.    
    
Ia menjelaskan, komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar pada Maret 2014 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani nabati (HS 15) yaitu sebesar 15,5 juta dolar AS (berperan 62,2 persen terhadap total ekspor non timah).

Diikuti golongan berbagai barang logam dasar (HS83) sebesar 4,7 juta dolar AS (18,9 persen), kopi, teh dan rempah (HS 09) 1,7 juta dolar AS (6,8) persen, karet dan barang-barang dari karet (HS 40) 1,6 juta dolar AS (6,4 persen) dan berbagai produk kimia (HS 38) 0,8 juta dolar AS (3,2 persen).

Menurut dia, dari total ekspor non timah pada Januari-Maret 2014 mencapai 42,8 juta AS naik sebesar 63,0 persen dibandingkan periode yang sama 2013 hanya sebesar 33,3 juta dolar AS. Yang mengalami kenaikan terbesar adalah Korea yaitu hinga diatas sepuluh ribu persen.

Diikuti  Singapura yaitu 2,1 juta dolar As menjadi  3,1 juta dolar AS, sedangkan Jepang dair 1,0 juta dolar AS menjadi 1,7 juta dolar AS, Vietnam 1,5 juta dolar AS menjadi  1,8 jta dolar AS, sementara itu negara Malaysia dan China mengalami penurunan masing-masing sebesar 90,1persen dan 59,9 persen.

Pewarta: Oleh Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026