"Perayaan hari raya Nyepi kami mulai pada pukul 06:00 WIB selama 24 jam sampai lusa pada pukul 06:00 WIB kembali kami buka," kata ketua adat desa Giri Jati Dusun Balitung, I Nengah Oka, di Sijuk, Rabu.
Dalam perayaan Nyepi, kata dia, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu pantangan yang wajib diikuti saat Nyepi terdiri dari empat pantangan yaitu ameti geni, ameti karya, ameti lelanguan, dan ameti lelungaan.
"Kami tidak boleh menyalakan api, memasak, berpergian termasuk keluar pekarangan rumah, tidak boleh menonton tv, main telepon genggam, apalagi bekerja walaupun dirumah," ujarnya.
Ia mengatakan sebanyak enam pecalang akan bertugas menjaga keamanan lingkungan selama perayaan Nyepi berlangsung di daerah itu.
"Ada enam pecalang dan tiga staff yang bertugas mengatur pecalang. Pecalang tugasnya menjaga lingkungan juga mensurvei apakah ada ditemukan pelanggaran atau tidak," katanya.
Ia berharap perayaan Nyepi tahun baru saka 1941 ini senantiasa membawa kebaikan dan menjadikan masyarakat di daerah itu untuk senantiasa tertib dalam menjalani kehidupan.
"Kami berharap ke depannya agar bisa lebih baik dan lebih tertib karena hanya satu kampung transmigrasi Bali dan merasa malu bila umat kami kami yang melanggar," katanya.
Sebelumnya, rangkaian menuju puncak perayaan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1941 telah dimulai dengan diawali dengan upacara Melasti tiga hari sebelumnya, kemudian prosesi Tawur Agung Kesanga dan sehari sebelum perayaan Nyepi.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.