"Dalam sepekan terakhir, harga lada putih dari Rp75 ribu per kilogram secara bertahap naik menjadi Rp77 ribu per kilogram," ujar salah seorang pengumpul lada putih, Ellan di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, kenaikan harga lada ini belum mempengaruhi transaksi yang masih sepi, karena petani menilai harga masih rendah dan belum mampu menutupi biaya pengelolaan dan perawatan tanaman lada yang cukup tinggi.
"Saat ini, lada putih petani yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar 50 hingga 60 kilogram per minggu, dibandingkan saat harga lada Rp90 ribu per kilogram, kami mampu mengumpulkan 500 kilogram per minggu," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga lada ini dipicu permintaan eksportir yang meningkat seiring permintaan negara-negara tujuan ekspor lada seperti Eropa, Jepang, Amerika Serikat dan negara lainnya meningkat.
"Diperkirakan harga lada ini akan terus naik mencapai Rp90 ribu per kilogram, sehingga akan mempengaruhi transaksi lada meningkat," ujarnya.
Ia mengatakan, lada putih Bangka atau yang lebih dikenal dengan Muntok White Pepper sangat diminati pasar dunia karena memiliki kualitas terbaik dan cita rasa khas tersendiri.
"Cita rasa lada putih Bangka lebih pedas dengan aroma yang khas, sehingga membuatnya berbeda dari lada-lada yang ditanam di mana saja," ujarnya.
Editor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.