Kapal penangkapan ikan nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tenggelam di perairan laut Karang Sembilan atau berjarak 40 mil dari pelabuhan perikanan setempat.

Keterangan nahkoda kapal itu yang selamat, Hendra di Sungailiat, Kamis mengatakan tenggelamnya kapal dengan alat tangkap jaring ikan pari itu terjadi pukul 07.00 WIB atau di posisi koordinat 0-13-768 lintang utara dan 06-18-536 lintang selatan.  

Dia mengatakan, pada saat kejadian dirinya bersama dengan tiga orang anak buah kapal lainnya sedang melakukan aktivitas penangkapan.

"Pukul 07.00 WIB saat kami sedang melakukan penangkapan, tiba - tiba air laut masuk ke badan kapal yang diduga papan di badan kapal lepas akibat di hantam gelombang," jelasnya.

Sekitar 10 menit kata dia, ruangan kapal sudah penuhi air laut, dirinya berusaha menghubungi nelayan lainnya dengan menggunakan fasilitas radio.

"Pukul 12.00 WIB bantuan dari teman nelayan baru sampai, atau sekitar lima jam kami menunggu di atas kapal yang kondisinya terendam air laut," katanya.

Selama menunggu pertolongan nelayan itu kata dia, dirinya bersama dengan tiga anak buah kapal yang selamat berusaha bertahap di atas kapal yang mulai tenggelam dengan kondisi kamar kapal hancur.

"Saya bersama dengan tiga anak buah kapal bertahan di atas kapal menunggu pertolongan dengan menggunakan pelampung, musibah terjadi selama enam hari melaut dari rencana delapan hari," katanya.

Selain Hendra sebagai nahkoda kapal yang berkapasitas enam gros ton yang selamat, tiga orang anak buah kapal juga selamat yakni, Udin dan Junet keduannya warga Sungailiat, dan satu orang anak buah kapal selamat atas nama Hidayat warga pendatang dari Pulau Jawa.

Menurut Hendra, pada kejadian ketinggian gelombang air laut di kawasan penangkapan mencapai dua sampa 2.5 meter.

"Waktu tempuh untuk sampai ke tempat kejadian dengan kondisi gelombang air laut aman mencapai lima jam," katanya.

Menurut pengakuannya, perlengkapan kapal semuanya tenggelam dan kalaupun saat ini yang bisa di ambil hanya jaring karena menggunakan jenis jaring tetap.

"Tidak ada perlengkapan kapal yang bisa diambil kecuali hanya jaring, bahkan saat kami mendapatkan pertolongan hanya baju yang melekat di badan yang bisa dibawa," ujarnya.

Total kerugian korban atas kejadian itu baik kapal dan alat tangkap (jaring) serta logistik ditaksir mencapai Rp180 juta.

Baca juga: Ditpolairud Babel amankan kapal penangkap ikan menggunakan bom
 

Pewarta: Kasmono

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019