Jakarta (ANTARA Babel) - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Rabu pagi meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di sepanjang kawasan Kecamatan Pelaihari, Kalimantan Selatan yang umumnya masih terjadi antrian panjang.

"Peninjauan SPBU Pertamina untuk mengetahui kondisi sebenarnya seperti antrian panjang masyarakat maupun kesiapan penerapan sistem teknologi IT pada SPBU di seluruh Propinsi Kalimantan Selatan," ujar Dahlan, seperti dikutip Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi, di Jakarta.

Faisal yang turut dalam peninjauan SPBU tersebut menuturkan, Dahlan dalam perjalanan dari Hulu Sungai Barito menuju Kecamatan Pelaihari, menemukan adanya antrian masyarakat di setiap pompa milik Pertamina.

Selain antrian warga yang ingin membeli BBM, juga ditemukan SPBU yang terbakar seperti di Kota Rantau, Kabupaten Tapin.

Dahlan menuturkan, SPBU ini terbakar karena mobil pengangkut BBM yang tangkinya dimodifikasi terbakar. Modifikasi tangki tersebut, katanya, dimaksudkan untuk memperbanyak volume BBM.

Di sela inspeksi dadakan terhadap SPBU Pertamina tersebut, mantan Dirut PT PLN ini juga menyempatkan melihat SPBU milik PT Aneka Kimia Raya (AKR) yang menggunakan sistem teknologi informasi (IT) BBM bersubdisi.

"Sistem seperti yang diterapkan pada AKR menurut rencana akan diterapkan di seluruh SPBU Pertamina," kata Dahlan. Pertamina sedang melakukan uji coba sistem IT untuk mengendalikan BBM bersubsidi di seluruh pompa bensin Pertamina di Propinsi Kalimantan Selatan.

"Pengendalian bensin bersubsidi akan efektif apabila menggunakan sistem IT dari pada menaikkan harga BBM. Dengan sistem IT tersebut diharapkan bisa mencegah penyelewengan BBM bersubsidi dari negara," kata Dahlan.

Pewarta:

Editor : Wira Suryantala


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013