Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan kasus positif baru di Babel bertambah 42 pasien, sehingga total masyarakat terpapar virus berbahaya itu menjadi 1.229 orang.

"Hari ini 42 orang warga di lima kabupaten/kota dinyatakan positif COVID-19 dan telah diisolasi di wisma," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru, setelah 42 orang positif COVID-19, di empat kabupaten/kota yaitu Kota Pangkalpinang terdapat sebanyak 360 pasien atau bertambah 16 orang, Kabupaten Bangka 345 orang bertambah 16 orang.

Selanjutnya, jumlah kumulatif pasien COVID-19 di Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 236 orang atau bertambah sembilan orang, Bangka Selatan 19 orang bertambah satu orang pasien.



Sementara itu, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Kabupaten Belitung sebanyak 171 orang atau tidak ada penambahan kasus dan Belitung Timur 26 pasien atau juga tidak ada penambahan kasus di pulau berjulukan negeri laskar pelangi itu.

"Dalam sepekan ini, kasus baru hanya terjadi di Pulau Bangka, sementara itu Pulau Belitung tidak ada," katanya.

Ia menjelaskan jumlah kumulatif pasien COVID-19 yang masih menjalani isolasi sebanyak 259 orang, pasien dinyatakan sehat 953 orang atau bertambah 30 orang pasien dan meninggal dunia sebanyak 17 orang.

"Peningkatan orang yang terinfeksi atau terpapar COVID-19 terutama dalam tiga bulan terakhir terjadi pada kluster perkantoran, keluarga dan kluster fasilitas pelayanan kesehatan dan kluster perumahan," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan menerapkan pola hidup sehat.

"Kami berharap masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes terutama di tempat umum, pusat keramaian, dan fasilitas publik, seperti kantor, rumah ibadah, lembaga pendidikan, obyek wisata, pasar, mal atau supermarket serta mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari virus berbahaya ini," katanya.*
 

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2020