Pangkalpinang (Antara Babel) - Jumlah kasus malaria di Kepulauan Bangka Belitung menurun pada awal 2015 dibandingkan 2014 seiring meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan.

"Saat ini, kasus malaria hanya satu kasus per 100 penduduk, sedangkan tahun lalu mencapai lima kasus per mil," kata Kepala Dinas Kesehatan Babel Mulyono Susanto di Pangkalpinang, Senin.

Pada tahun ini, kata dia, pihaknya fokus melakukan pencegahan malaria di Kabupaten Bangka Barat karena kasus malaria di kabupaten tersebut di atas 2,7 per mil.

"Ada tiga kabupaten yang saat ini masuk dalam penilaian pemerintah pusat diantaranya, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Selatan dan Bangka Tengah," katanya.

Ia mengatakan, dari tiga kabupaten tersebut akan betul-betul dinilai sesuai dengan kreteria.

"Untuk mengeliminasi kasus malaria ini maka program bagi-bagi kelambu tetap dijalankan dan kegiatan sosialisasi lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan selama musim hujan dan pancaroba ini," ujarnya.

Untuk tahun 2020, kata dia, pemerintah telah mencanangkan Sumatera Bagian Selatan bebas malaria.

"Kami berharap, kasus malaria di daerah ini terus mengalami penurunan, bahkan terbebas dari penyakit berbasis lingkungan ini," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diimbau masyarakat dapat melakukan promosi kesehatan, melalui gerakan 3M yaitu  menutup, menguras dan menimbun kaleng atau plastik.

"Masyarakat harus membersihkan bak mandi minimal 1 kali dalam seminggu karena air yang tertampung akan memudahkan nyamuk penyebab malaria berkembang biak," ujarnya.

Pewarta: Septi Artiana

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015