Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan tidak ada penularan lanjutan kasus malaria di Dusun Bubus dan Batu Atap Belinyu setelah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengobatan pasien malaria di rumah sakit.
"Kami pastikan tidak ada penularan lanjutan kasus malaria di dua dusun tersebut setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal atau skrining kepada 200 lebih orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi di Sungailiat, Rabu.
Selain memastikan tidak ada penularan lanjutan kasus ini, kata dia, pihaknya mengingatkan masyarakat di daerah itu supaya tetap mewaspadai ancaman kasus malaria dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan.
Nora menyebut, dari 24 kasus malaria yang ditemukan di Dusun Bubus dan Dusun Atap, tinggal tujuh orang yang masih menjalani perawatan kesehatan.
"Jumlah pasien yang sudah sembuh sudah cukup banyak dibanding yang masih dirawat, dengan harapan tujuh orang tersebut segera sembuh," kata dia.
Menurut dia, sebaran kasus malaria tersebut terbilang cukup tinggi setelah tahun 2014, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wilayah Kabupaten Bangka eliminasi malaria.
Atas dasar jumlah kasus yang mencapai 24 orang tersebut, kata Nora Sukma Dewi, pemerintah Kabupaten Bangka menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) malaria di Dusun Bubus dan Dusun Batu Atap.
"Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan layanan kesehatan gratis pasien malaria yang tidak masuk peserta BPJS Kesehatan, untuk membantu meringankan beban pasien," jelas dia.
Layanan kesehatan gratis kata dia, diberikan bagi pasien yang tidak masuk dalam peserta BPJS Kesehatan.
Dari hasil survei dan pendataan di lapangan, diketahui warga di Dusun Bubus dan Batu Atap bekerja di tambang bijih timah tradisional, dan sebagai warga merupakan warga pendatang dari luar Kabupaten Bangka.
"Saya berharap, temuan kasus malaria ini tidak terjadi lagi bagi di daerah itu maupun di daerah lain di Kabupaten Bangka, dengan tetap masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan," kata Nora Sukma Dewi.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026