Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan layanan kesehatan gratis bagi belasan pasien malaria dari Dusun Bubus dan Batu Atap, Kecamatan Belinyu.
"Kami berikan layanan perawatan gratis pasien malaria dari Dusun Bubus dan Batu Atap guna membantu meringankan beban pasien," kata Bupati Bangka Fery Insani di Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan layanan kesehatan gratis diberikan, baik di tingkat pelayanan puskesmas maupun perawatan inap di rumah sakit.
Layanan perawatan kesehatan gratis diberikan setelah tim kesehatan menemukan 20 orang di dua dusun tersebut positif malaria. Puluhan orang tersebut masih ada yang dirawat di rumah sakit dan ada pula yang dinyatakan sembuh.
"Dari hasil kami turun langsung ke lapangan, warga di dua dusun tersebut bekerja sebagai tambang bijih timah tradisional yang sebagian merupakan warga pendatang," ujarnya.
Pemberian layanan kesehatan gratis, kata Fery Insani, diberikan ke semua pasien malaria, baik warga setempat maupun pendatang yang tidak masuk peserta BPJS Kesehatan.
Berdasarkan jumlah kasus sebaran malaria yang mencapai angka puluhan orang, pihaknya sedang menyusun rencana untuk menerapkan kejadian luar biasa (KLB) di dua dusun itu.
"Kami menyusun untuk menetapkan KLB di Dusun Bubus dan Batu Atap Belinyu, supaya harus cepat menghentikan penyebaran penyakit malaria supaya tidak menyebar ke wilayah lain," ujar dia.
Dia mengingatkan warga di dua dusun itu supaya memperhatikan kebersihan lingkungan dan mengikuti anjuran petugas kesehatan setempat.
"Jika ada warga atau anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan atau gejala malaria, segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan," katanya.
Temuan kasus malaria di Kabupaten Bangka kali ini, merupakan angka terbanyak setelah ditetapkan daerah bebas malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026