Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) di provinsi itu meningkatkan pengawasan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Pengawasan PSN sangat penting untuk memastikan peran masyarakat melakukan pencegahan penyebaran penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra di Sungailiat, Minggu.

Ia mengatakan, dilibatkan HAKLI dalam pengawasan ini karena organisasi itu merupakan mitra pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan lingkungan.

"Masyarakat memiliki peran penting menjaga kebersihan lingkungan karena diketahui dari lingkungan tersebut menjadi penyebab munculnya berbagai jenis masyarakat," kata Boy Yandra yang menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut dia, temuan kasus malaria di wilayah Kecamatan Belinyu diharapkan jangan meluas ke daerah lain, dengan cara melakukan pencegahan dini.

"HAKLI bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka turun bersama melakukan edukasi kebersihan lingkungan termasuk turun bersama membersihkan lingkungan yang kotor," kata Boy Yandra.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, pada 17 April 2026, kata Boy Yandra terdata puluhan kasus DBD ditemukan di sejumlah wilayah.

"Di Kecamatan Sungailiat sebanyak 26 kasus DBD, di Kecamatan Riau Silip sebanyak 16 kasus DBD dan di Kecamatan Belinyu sebanyak 29 kasus DBD," jelas dia.

Selain melakukan PSN, masyarakat obat nyamuk dan kelambu saat tidur. Memastikan tidak ada genangan air di sekeliling rumah supaya tidak ada tempat berkembang biak nyamuk, mengubur atau mendaur ulang barang bekas.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026