Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekan penyebaran kasus malaria yang ditemukan di beberapa tempat di daerah itu dengan melakukan berbagai langkah proteksi secara efektif.

"Langkah proteksi efektif mencegah penyebaran penyakit malaria dengan melakukan, deteksi dini atau skrining penemuan kasus malaria," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka Anggia Murni di Sungailiat, Rabu.

Selain itu, memberikan pengobatan kasus malaria dan tindak lanjut, indoor residual spray (IRS) penyemprotan insektisida dalam rumah kasus serta pemberian larvasida di laguna atau kolong (larvasidasi) tempat perlindukan nyamuk.

"Berbagai langkah itu kami lakukan karena diketahui kasus malaria mengalami peningkatan dari 116 kasus menjadi 119 kasus atau meningkat tiga kasus malaria," kata dia.

Temuan ratusan kasus malaria tersebut, berdasarkan data Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular/Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) yang dihimpun dari laporan puskesmas di wilayah kecamatan.

Puskesmas Belinyu menangani 109 pasien malaria, Puskesmas Gunung Muda satu kasus, Puskesmas Riau Silip empat kasus, Puskesmas Pemali satu kasus, dan Puskesmas Sinar Baru satu kasus.

"Dengan berbagai tindakan itu, kami berharap angka kasus malaria tidak terjadi peningkatan kembali bahkan menurun," ujar dia.

Ia menjelaskan tindakan pencegahan dini dilakukan petugas Dinas Kesehatan harus didukung masyarakat dengan melakukan pencegahan mandiri, seperti gotong royong membersihkan lingkungan.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026