Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan penanganan kasus stunting untuk mempercepat pencapaian target nol stunting pada tahun 2023.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bangka Nurita dalam keterangan yang diterima di Sungailiat, Minggu mengatakan penanganan stunting difokuskan di sejumlah desa yang ditemukan kasus stunting, seperti di Desa Kota Kapur, Penagan, Rukam dan beberapa desa lainnya.

Dia mengatakan penanganan stunting yang saat ini tersisa 143 anak harus dilakukan terpadu termasuk peran aktif masyarakat, swasta, perbankan, media massa, serta lembaga lain.

Jumlah kasus stunting di Kabupaten Bangka yang saat ini mencapai 143 anak, turun signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 411 anak.

"Saya optimistis dengan penguatan kerja sama antar-kelembagaan, target nol stunting di Kabupaten Bangka pada akhir 2023 dapat tercapai," jelasnya.

Selain dengan memperkuat kerja sama, kata dia, pemerintah melakukan peningkatan perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak, peningkatan keselamatan ibu melahirkan, penyediaan konseling gizi dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak, penyediaan konseling pengasuhan untuk orang tua serta peningkatan sarana dan prasarana sumber air minum layak.

Terjadinya kasus stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani, serta pernikahan usia dini.
 

Pewarta: Kasmono

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022