Muntok (Antara Babel) - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung Ivan Wahyudi Hartono mengungkapkan, daerah itu memerlukan lokasi ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) terpadu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas.
"Sampai saat ini Polres Bangka Barat belum memiliki lokasi ujian mengemudi sebagai syarat pembuatan SIM dan masyarakat harus ke Polda Babel yang berlokasi di Kota Pangkalpinang yang jaraknya cukup jauh dari Bangka Barat," ujar Ivan di Muntok, Minggu.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, saat ini Polres Bangka Barat mendapatkan dana hibah dari Dirlantas Mabes Polri untuk membangun tempat ujian pembuatan SIM terpadu, namun mereka kesulitan mencari lokasi untuk membangun fasilitas itu.
Ia menyarankan pemkab setempat membantu penyediaan lokasi tersebut dengan luas lahan sekitar satu hektare dengan menggunakan salah satu lahan milik pemkab.
Menurut dia, pemkab bisa menghibahkan salah satu lahan yang cukup strategis letaknya seperti di Komplek Pemda sekitar gedung Diklat, atau menggandeng PT Timah Tbk yang memiliki lahan di belakang SMK Muhammadiah Muntok atau di belakang Kantor Polsek Muntok.
"Peluang ini harus segera ditangkap dan ditindaklanjuti pemkab, jika ini berhasil berarti Bangka Barat merupakan kabupaten pertama di Babel yang memiliki tempat ujian SIM terpadu," kata dia.
Ia menjelaskan, anggaran dari Mabes Polri itu merupakan salah satu peluang untuk pembangunan daerah yang selama ini hanya memiliki tempat ujian SIM khusus kendaraan roda dua, itupun tempatnya sangat kecil yang berada di depan Kantor Satlantas.
Menurut rencana, katanya, lokasi ujian SIM terpadu nantinya bisa digunakan untuk ujian pembuatan SIM bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.
Dengan adanya tempat ujian SIM sendiri, ia mengharapkan kesadaran masyarakat pentingnya memiliki SIM dan pemahaman peraturan berlalu lintas meningkat.
"Kami berharap pembangunan lokasi ujian SIM membawa dampak positif bagi daerah dan mampu menekan jumlah kecelakaan," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013
"Sampai saat ini Polres Bangka Barat belum memiliki lokasi ujian mengemudi sebagai syarat pembuatan SIM dan masyarakat harus ke Polda Babel yang berlokasi di Kota Pangkalpinang yang jaraknya cukup jauh dari Bangka Barat," ujar Ivan di Muntok, Minggu.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, saat ini Polres Bangka Barat mendapatkan dana hibah dari Dirlantas Mabes Polri untuk membangun tempat ujian pembuatan SIM terpadu, namun mereka kesulitan mencari lokasi untuk membangun fasilitas itu.
Ia menyarankan pemkab setempat membantu penyediaan lokasi tersebut dengan luas lahan sekitar satu hektare dengan menggunakan salah satu lahan milik pemkab.
Menurut dia, pemkab bisa menghibahkan salah satu lahan yang cukup strategis letaknya seperti di Komplek Pemda sekitar gedung Diklat, atau menggandeng PT Timah Tbk yang memiliki lahan di belakang SMK Muhammadiah Muntok atau di belakang Kantor Polsek Muntok.
"Peluang ini harus segera ditangkap dan ditindaklanjuti pemkab, jika ini berhasil berarti Bangka Barat merupakan kabupaten pertama di Babel yang memiliki tempat ujian SIM terpadu," kata dia.
Ia menjelaskan, anggaran dari Mabes Polri itu merupakan salah satu peluang untuk pembangunan daerah yang selama ini hanya memiliki tempat ujian SIM khusus kendaraan roda dua, itupun tempatnya sangat kecil yang berada di depan Kantor Satlantas.
Menurut rencana, katanya, lokasi ujian SIM terpadu nantinya bisa digunakan untuk ujian pembuatan SIM bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.
Dengan adanya tempat ujian SIM sendiri, ia mengharapkan kesadaran masyarakat pentingnya memiliki SIM dan pemahaman peraturan berlalu lintas meningkat.
"Kami berharap pembangunan lokasi ujian SIM membawa dampak positif bagi daerah dan mampu menekan jumlah kecelakaan," katanya.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013