Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan sosialisasi aktivasi kartu tanda penduduk digital yang memiliki banyak keunggulan dan sesuai kebutuhan zaman seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih.

"Saat ini Pemprov Babel sedang melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya aktivasi data identitas kependudukan di Universitas Bangka Belitung diharapkan dari para mahasiswa ini bisa terus menyebar hingga memenuhi target minimal dua persen identitas kependudukan yang diaktivasi ke digital pada tahun ini," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Babel Asyraf Suryadin di Pangkalpinang, Rabu.

Menurut dia, sosialisasi dan edukasi dengan melibatkan mahasiswa dan perguruan tinggi merupakan langkah awal yang tepat agar aktivasi identitas kependudukan bisa berjalan dengan baik.

"Kita juga memberikan apresiasi kepada UBB sebagai kampus pertama pelaksanaan aktivasi identitas kependudukan digital kepada para mahasiswanya," ujarnya.

Menurut Asyraf pemahaman masyarakat terkait KTP digital masih rendah sehingga pemerintah daerah terus berupaya menyosialisasikan ke masyarakat dan Dukcapil terus melakukan jemput bola agar masyarakat dapat melakukan aktivasi identitas kependudukan digital.

Selain itu, DP3ACSKB Babel juga menganjurkan kepala sekolah di SMA/SMK untuk mewajibkan siswa-siswi yang berusia 16 tahun untuk melakukan perekaman KTP elektronik agar nanti dapat langsung aktivasi identitas kependudukan.

"Masih banyak yang belum paham tentang KTP digital ini sehingga kita terus melakukan penyesuaian dulu yang dimulai dari kalangan akademisi," ujarnya.

Untuk para ASN di lingkungan Pemprov Babel juga belum semuanya melakukan aktivasi identitas kependudukan dan sampai sejauh ini baru ASN di Dukcapil Babel dan kabupaten kota saja yang sudah memiliki KTP digital.

"Dengan berbagai upaya yang dilakukan kami harapkan target dua persen dari jumlah penduduk yang wajib KTP sudah melakukan aktivasi KTP digital pada tahun ini," katanya.

Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri David Yama saat meninjau pelaksanaan aktivasi identitas kependudukan digital di Kampus terpadu UBB mengatakan UBB merupakan kampus ke empat setelah IPDN, UNS dan Undip yang melakukan kegiatan tersebut.

Ribuan mahasiswa UBB antusias mengikuti aktivasi identitas kependudukan digital yang berlangsung 21-23 Februari 2023 di Kampus Terpadu UBB Balunijuk, Bangka.

"Kita akan berkeliling ke semua perguruan tinggi di Indonesia untuk menjemput bola melakukan aktivasi KTP digital ini," katanya.

Ditjen Dukcapil secara bertahap juga melakukan sosialisasi pentingnya aktivasi KTP digital ke masyarakat, khususnya para pengguna telepon pintar Android, agar dapat melakukan proses identifikasi data awal di Dukcapil sehingga nantinya KTP digital dapat langsung diakses melalui gawai masing-masing.

"Kita sering lupa membawa KTP elektronik sehingga dengan KTP digital kita tidak perlu lagi menunjukkan fisiknya, cukup ditunjukkan dari gawai saja," ujarnya.

Sampai saat ini, dari total 277,7 juta jiwa penduduk Indonesia, yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik 190,7 juta jiwa atau 99,37 persen dari total wajib KTP 201,05 juta jiwa. Dan di 2023 ini pemerintah menargetkan 50 juta jiwa penduduk Indonesia sudah memiliki KTP digital.

"Aktivasi KTP digital baru dimulai Januari 2023 dan saat ini sekitar satu juta orang yang sudah memiliki KTP digital atau baru mencapai dua persen dari target pemerintah tahun ini," katanya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023