Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melarang masyarakat di daerah itu menambang biji timah di lokasi aset milik pemerintah daerah.

"Saya minta tidak ada masyarakat yang menambang biji timah di aset milik pemerintah daerah karena aset tersebut masih digunakan untuk kepentingan masyarakat luas," kata Kepala Satpol PP Belitung Hendri Suzanto di Tanjung Pandan, Minggu.

Hendri menyampaikan ini usai melakukan penertiban aktivitas tambang biji timah ilegal di Kolam Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas Belitung.

"Kami telah mendapatkan surat penegasan dari Bupati Belitung untuk mengamankan aset tersebut dari aktivitas tambang ilegal," ujarnya.

Menurut dia, dalam penertiban tersebut pihaknya mengerahkan sebanyak 40 personel yang terbagi dalam dua tim, yakni tim deteksi dini dan penertiban.

"Sebelumnya kami sudah menerjunkan tim deteksi dini di lokasi untuk memantau dan mengirimkan laporan mengenai aktivitas di lokasi tersebut," ujarnya.

Hendri menjelaskan Kolam Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas Belitung tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah.

"Satpol PP Belitung memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengamankan setiap aset milik pemerintah daerah," katanya.

Menurut Hendri, jika aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut dibiarkan maka akan berdampak terhadap layanan distribusi air bersih kepada masyarakat.

"Oleh karena itu, kami memberikan tindakan dan membawa peralatan serta barang-barang yang kami temukan di lapangan," ujarnya.

Ia menyebutkan dalam razia tersebut tim berhasil mengamankan sejumlah peralatan tambang, seperti satu set mesin, 34 buah drum, enam sakan (alat pencuci timah), tujuh set mata rajuk, 12 selang spiral, dan peralatan lainnya.

"Semua barang-barang tersebut kami angkut ke Mako Satpol PP Belitung," katanya.

Ia berharap melalui penertiban tersebut bisa membuat efek jera sehingga tidak ada lagi penambang yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

"Layanan PDAM masih dibutuhkan masyarakat, kalau airnya sudah keruh kasihan masyarakat. Jadi pakailah hati nurani, jangan sampai merugikan orang lain," ujarnya.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023