Djuariningsih yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua I Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi dilantik sebagai Ketua PW Himpaudi Babel Periode 2023-2027 oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Himpaudi, Betti Nuraini.

Djuariningsih menjelaskan dibawah kepemimpinannya semua program kerja serta target untuk memajukan dan menyejahterakan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD menjadi fokusnya agar Himpaudi Babel menjadi organisasi yang hebat dan kuat serta bisa menghadapi perubahan-perubahan agar bisa beradaptasi terhadap perubahan yang ada saat ini.

"Kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan serta bagaimana kesetaraan Lembaga PAUD non formal agar sama dengan PAUD formal juga menjadi fokus PW Himpaudi Babel," kata Djuariningsih usai dilantik sebagai Ketua PW Himpaudi Babel, Minggu.

PW Himpaudi Babel juga berupaya bagaimana mutu pendidik dan tenaga pendidik agar berkualitas sehingga bisa memberi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan Anak pada zamannya.

"Dikondisi sekarang bagaimana memberi pembelajaran digital ke Anak karena kita tahu pembelajaran sekarang semua melalui E-learning. Upaya-upaya ini harus kita tingkatkan sehingga guru-guru kita bisa memberi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya agar nanti Anak-anak kita bisa hidup di zamannya sesuai dengan yang mereka butuhkan," terang Djuariningsih.

Menurutnya kompetensi pendidik PAUD di Babel cukup bervariasi, namun bagaimana meningkatkannya agar merata dan semua pendidik memiliki kompetensi yang memadai akan dilakukan melalui upaya yang ada, salah satunya akselerasi dengan Dinas terkait.

"Jika dilihat dari data yang ikut diklat berjenjang, kita lihat masih banyak guru-guru belum mengikuti diklat dasar, padahal diklat dasar ini salah satu hal untuk guru meningkatkan pemahaman mereka dalam pembelajaran," katanya.

Djuariningsih menambahkan, untuk Lembaga-lembaga PAUD informal juga Himpaudi Babel akan mengupayakan bagaimana mereka bisa ikut akreditasi karena jika dilihat dari tuntutan yang  dibebankan ke pendidiknya, seyogyanya mereka Lembaga PAUD Informal ini harus mendapatkan kesetaraan sesuai dengan Lembaga PAUD formal.

Baca juga: Buka Muswil V Himpaudi Babel, Ervawi: Pemimpin baru teruskan program kerja Himpaudi

Selain itu bagaimana mereka mengelola kelembagaannya dan pembelajarannya ke para pendidik karena kita tetap mengacu pada 8 standar, mengingat saat ini sudah ada survei lingkungan belajar menuju PAUD berkualitas.

"Bagaimana mereka memberi pelayanan maksimal ke Anak harus ada pembinaan dan bimbingan dari pemerintah karena jika Anak-anak hanya tumbuh tanpa ada pembinaan maksimal ini akan menjadi hal yang sia-sia," ujarnya.

Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk menyejahterakan para pendidik di Lembaga PAUD Informal karena jumlah Lembaga PAUD Informal cukup banyak.

"Dinas Pendidikan bagaimana bisa menganggarkan penambahan insentif untuk para pendidik dan Pemda kita harap bisa memprogramkan kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan karena sekarang banyak program pemerintah yang harus di implementasikan ke daerah," tutupnya.

Pewarta: Elza Elvia

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023