Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan menguji kualitas udara di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjung Pandan, dampak dari peristiwa kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai.

"Kami menggandeng Dinas Kesehatan Belitung untuk menguji bagaimana kualitas udara di sana (Dusun Teluk Dalam) akibat dampak dari peristiwa kebakaran TPA Gunung Sadai," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Belitung, Agus Supriadi di Tanjung Pandan, Sabtu.

Menurut dia, Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjung Pandan merupakan salah satu dusun yang terdekat dengan lokasi TPA Gunung Sadai yang sempat terbakar pada bulan lalu.

Ia mengatakan, sejumlah masyarakat di dusun tersebut mengeluhkan polusi asap dan juga bau pekat dampak dari peristiwa terbakarnya tumpukan sampah TPA Gunung Sadai.

"Asap dan bau dari kebakaran TPA Gunung Sadai di Dusun Teluk Dalam tersebut muncul pada waktu tertentu dan kondisi angin salah salah satunya pada saat malam hari," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, kualitas udara di daerah tersebut harus segera diuji agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat.

"Apakah nanti kualitas udaranya masih dalam kualitas baik atau memang sudah tercemar harus dibuktikan dengan hasil pengujian," kata dia.

Selain itu, hasil pengujian kualitas udara akibat dampak terbakarnya TPA Gunung Sadai akan menjadi dasar dalam penetapan status apakah siaga darurat atau sudah tanggap darurat.

"Sehingga harus dilakukan pengujian yang menjadi bahan dalam penetapan status dampak dari peristiwa kebakaran TPA Gunung Sadai. Sehingga menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan tindakan dan keputusan selanjutnya terhadap masyarakat setempat," ujarnya.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023