Kementerian ESDM Republik Indonesia bersinergi dengan Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih keterampilan 60 pelaku IKM dan UMKM di Kawasan Geopark Belitung, sebagai langkah meningkatkan SDM pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini dapat mengatasi kendala IKM dan UMKM dalam mengembangkan usahanya," kata Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Babel Maya Suganda Pandapotan dalam keterangan pers diterima di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan Kementerian ESDM melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Geologi, Mineral, Batubara (PPSDM Geominerba) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan Goes to Geopark dan melakukan sosialisasi keterampilan usaha bagi 60 pelaku IKM dan UMKM di Pulau Belitung dimulai Senin (30/10) hingga 4 November 2023.

Baca juga: Diskominfo Bangka Selatan fasilitasi UKM terindeks di Google Maps

"Kita sama-sama tahu dan tidak pungkiri, setidaknya ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM dan IKM termasuk pelaku usaha kerajinannya dalam mengembangkan usahanya," ujarnya.

Menurut dia, kendala yang dihadapi pelaku IKM dan UMKM dalam mengembangkan usahanya diantaranya manajemen usaha yang belum baik, aksesibilitas pemasaran produk dan standardisasi mutu yang lemah.

Selain itu, rendahnya kemampuan dalam teknologi dan market research, minimnya tempat inovasi produk, rendahnya aksesabilitas pada bahan baku, kurangnya tenaga kerja yang terampil serta minimnya modal dan bantuan permodalan.

Baca juga: Tingkatkan pemberdayaan UMKM, PLN Babel salurkan TJSL program UKM berdaya

"Dengan adanya sosialisasi keterampilan dan pelatihan ini merupakan bentuk kemitraan strategis antar stakeholder dengan tujuan untuk mengakselerasi peningkatan dan kemajuan pengrajin khususnya di Babel," katanya.

Ia menyatakan ada empat peran strategis dari UMKM dan IKM yang menjadikannya terbukti tangguh, yakni penciptaan devisa tahan uji terhadap krisis ekonomi menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat luas dan memperlancar distribusi barang pada konsumen.

"Hal ini merupakan modal bagus untuk terus dikembangkan, meski eksistensinya memang tidak sebesar industri raksasa yang ada, namun sejarah membuktikan hanya UMKM dan IKM saja yang mampu bertahan saat Indonesia melalui krisis ekonomi di tahun 1998 lalu," katanya.

Baca juga: KemenKopUKM-BPS lakukan pendataan lengkap koperasi dan UMKM 2023

Pewarta: Aprionis

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023