Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengedukasi siswa SLTA se-Pulau Bangka dalam menggunakan media sosial, agar mereka jeli dalam menerima dan menyebarkan informasi medsos.

"Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan generasi muda, bagaimana para siswa menerima dan menyebarkan informasi di media sosial," kata Kabid E-Goverment Diskominfo Kepulauan Babel Muhammad Erisco Nurrahman saat menghadiri Workshop Disinformasi di Era Manipulasi Media Digital di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan Workshop Disinformasi di Era Manipulasi Media Digital ini diikuti 90 siswa SMA, SMK dan sederajat se-Pulau Bangka, guna memberikan pengetahuan kepada generasi muda, dalam hal bagaimana menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.

"Kegiatan ini dilaksanakan guna memberi pengetahuan kepada adik-adik, dalam hal bagaimana menerima informasi yang benar dan bisa disebarluaskan kepada khalayak. Jadi, memang kita sangat perlu melakukan saring sebelum sharing," ujarnya.

Menurut dia di era yang super canggih ini, membuat kebanyakan siswa maupun mahasiswa memang sudah hidup berdampingan dengan teknologi, untuk mengajak generasi muda agar memanfaatkan gawainya secara bijak.

"Sekarang adik-adik, rata-rata sudah memiliki gawai. Nah, untuk itu perlu untuk memanfaatkannya secara bijak, agar nanti bisa menyebarluaskan dengan sebaik-baiknya, dan tidak melanggar hukum," ujarnya.

Kepala Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Babel AKBP Jamal Fathur mengatakan dalam menggunakan media sosial tidak boleh asal membagikan informasi diri. 

"Hal ini dapat membahayakan diri, karena bisa saja dipergunakan untuk tindak kriminal, karena semakin banyak informasi diri yang dibagikan melalui media sosial, maka semakin besar pula tingkat kehati-hatiannya," katanya.

Ia mengingatkan para siswa jangan latah bermedsos. Semuanya di-upload, karena semakin banyak informasi atau data yang dibagikan ke medsos, maka harus semakin berhati-hati.

"Tidak apa-apa apabila adik-adik mau menjadi selebgram, youtuber, dan sejenisnya, namun kita harus hati-hati dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial ini," katanya.  

Hadirnya materi-materi yang merambah generasi milenial dan Z ini banyak mendapatkan perhatian siswa dan mahasiswa yang hadir. Mereka menunjukkan antusiasme dengan melayangkan berbagai pertanyaan pada setiap sesi, atau topik yang berbeda kepada masing-masing pemateri yang dihadirkan Diskominfo Babel.

Selain para siswa, dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Pulau Bangka, workshop juga mengikutsertakan beberapa organisasi keperempuanan seperti TP PKP Babel, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kepulauan Babel, juga organisasi keagamaan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kepulauan Babel.

Adapun materi yang diberikan pada workshop tersebut yaitu penanganan dan pencegahan disinformasi di era manipulasi media digital oleh AKBP Jamal Fathur Rakhman (Kasubdit V Siber Dit Reskrimsus), dan Ipda Reza Pahlevi (PS. Panit I Subdit V Siber Dit Reskrimsus).

Kemudian, materi tentang awarness keamanan informasi oleh Riswanto (Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo), literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi oleh Muhammad Erisco Nurrahman (Kabid E-Government dan Statistik Diskominfo), serta materi kenali media terpercaya supaya bisa "saring sebelum sharing" oleh Deo Ichdiawan (Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo).

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023