Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Safrizal ZA mengatakan usaha peternakan ayam pedaging dan petelur di Pulau Belitung dapat menekan inflasi yang masih tinggi di Negeri Laskar Pelangi ini.

"Alhamdulillah, saat ini sudah ada usaha peternakan ayam di Belitung, dan ini dapat menekan inflasi," kata Safrizal ZA, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan inflasi di Belitung pada November 2023 secara year on year (yoy) menduduki peringkat pertama di Indonesia, dan Desember 2023 turun peringkat ke-3 tertinggi di Indonesia, karena dipicu harga telur dan daging ayam yang tinggi.

"Dengan adanya usaha peternakan ayam ini, tentunya akan meningkatkan produksi daging dan telur ayam di Pulau Belitung, sehingga harga komoditas penyumbang inflasi itu akan turun," ujarnya.

Menurut dia, selama ini untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam, masyarakat Pulau Belitung hanya mengandalkan pasokan dari Pulau Bangka dan daerah lainnya, sehingga harga komoditas itu lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.

"Harga telur dan daging ayam di Belitung tinggi, karena dipengaruhi biaya pengiriman komoditas itu dari daerah asal ke pulau tersebut," katanya pula.

Dia menyatakan dengan adanya usaha peternakan ayam ini, ke depannya Belitung tidak lagi mengandalkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi masyarakat yang tinggi.

"Ke depannya telur dan daging ayam tidak lagi dikirim dari Pulau Bangka dan daerah lainnya, karena Belitung sudah bisa memproduksi sendiri daging dan telur ayam sendiri," katanya lagi.

Ia menambahkan dalam pengembangan usaha peternakan ayam ini, pemerintah daerah akan terus mendorong agar pelaku usaha dapat meningkatkan produksi daging dan telur ayam untuk menjaga stok serta harga komoditas tersebut.

"Ini adalah salah satu bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat, agar mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," kata dia. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024