Sebanyak 11 koperasi dan dua desa yang bernaung di bawah empat perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung menerima dana distribusi hasil plasma senilai Rp27,6 miliar.

"Kita mengapresiasi pihak perusahaan, ini pematik buat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di bidang perkebunan sawit," kata Bupati Belitung Timur Burhanudin di Manggar, Sabtu.

Sebanyak 11 koperasi dan dua desa itu mendapatkan dana plasma senilai Rp27,6 miliar dari empat perusahaan yakni PT SWP, PT Parit Sembada, PT Bumi Makmur Sejahtera Jaya dan PT Alam Karya Sejahtera.

Empat perusahaan tersebut juga bernaung di bawah perusahaan besar yakni PT Kuala Lumpur Kepong (KLK). 

Koperasi Serba Usaha Karya Sejahtera di Desa Tanjung Rusa Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung menerima pembagian dana yang paling besar yakni Rp10,9 miliar. Sedangkan yang paling terkecil yakni Koperasi Subur Makmur Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit, senilai Rp54 miliar.

Bupati juga minta PT Steelindo Wahana Perkasa (PT SWP) yang  merupakan salah satu perusahaan perkebunan sawit yang ada di Provinsi Kepualuan Bangka Belitung dapat menjual harga minyak goreng di bawah harga Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kita minta PT SWP agar harga untuk minyak goreng di wilayah Belitung Timur dan Pulau Belitung itu di harga di bawah Rp14.000," ujarnya.

Menurut bupati itu adalah bentuk lain dari CSR PT SWP untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu pemerintah menekan tingkat inflasi daerah. Apalagi PT SWP mempunyai lahan yang cukup luas dan membangun pabrik pengelohan minyak goreng di Kabupaten Beltim.  

“Karena PT SWP sendiri menjual dengan pihak distributor pertama dengan harga Rp10.500. Artinya kita bisa menekan harga di bawah HET untuk kepentingan masyarakat Pulau Belitung," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024