Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat impor Kepulauan Babel pada Februari 2024 mencapai 0,69 juta Dolar Amerika Serikat atau mengalami kenaikan 346.99 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya 0,16 juta Dolar AS.

"Impor tahun ini didominasi mesin dan peralatan listrik," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Februari 2024 seluruhnya adalah impor komoditas migas dengan total impornya sebesar 0,69 juta Dolar AS dan jika dibandingkan bulan sebelumnya (m to m) juga meningkat 130,47 persen.

"Impor nonmigas selama Januari hingga Februari 2024 didominasi oleh mesin, peralatan listrik sebesar 299,34 ribu Dolar AS atau 99,34 persen dari total impor di daerah ini," katanya.

Ia mengatakan mesin, peralatan listrik yang diimpor adalah generator pembangkit tenaga listrik yang berasal dari Malaysia sebesar 154,37 ribu Dolar AS dan elektroda karbon, sikat karbon yang berasal dari Tiongkok sebesar 144,97 ribu Dolar AS.

"Impor mesin-mesin atau pesawat mekanik hanya mesin sentrifugal sebesar 2.000 Dolar AS yang berasal dari Tiongkok," ujarnya. 

Ia menyatakan Singapura menduduki peringkat pertama peran impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024. Nilai impor dari Singapura sebesar 694,50 ribu Dolar AS pada
Januari-Februari 2024 atau berperan 69,74 persen. 

Diikuti oleh Malaysia sebesar 154,37 ribu Dolar AS atau mencapai 15,50 persen. Selanjutnya, Tiongkok sebesar 146,97 ribu Dolar AS atau mencapai 14,76 persen. 

"Singapura, Malaysia, dan Tiongkok menjadi negara yang mengirimkan barang ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Januari hingga Februari tahun ini,"  katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024