Jakarta (Antara Babel) - Konsultan dan motivator Mario Teguh dalam konferensi pers yang digelar bersama kuasa hukumnya, Elza Syarief, di Jakarta, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tidak mengakui Ario Kiswinar sebagai anaknya hasil pernikahan dengan Aryani. 

"Saya Mario Teguh, tidak pernah tidak mengakui Kiswinar sebagai anak yang dilahirkan di dalam pernikahan saya dulu dengan Ibu Aryani," kata Mario Teguh di kantor hukum Elza Syarief, di Jakarta, Senin.

"Akte kelahiran adalah dokumen sah negara yang menyatakan hal itu, dan saya tidak pernah menolaknya sampai saat ini," lanjut Mario.

"Dalam pernikahan itu saya menunggu dan merindukan anak, sampai-sampai saya bernazar bahwa jika Ibu Aryani mengandung, saya akan naik ke atap rumah dan berkokok seperti ayam jago," ucapnya.

Mario mengaku sudah merawat Kiswinar sejak bayi seperti merawat adik-adiknya. Mario pun berbahagia saat Kiswinar tumbuh dan berkembang dengan kedekatan layaknya anak laki-laki dengan bapaknya.

Namun Mario mengatakan Aryani kerap mengatakan bahwa Kiswinar bukanlah anaknya saat terjadi pertengkaran suami-istri.

"Awalnya saya mengira itu hanya ungkapan kemarahan seorang wanita, tapi menjelang usia Kiswinar 5 tahun, saya mulai merasa bahwa kata-kata Ibu Aryani itu serius," katanya.

Akhirnya pada tahun 1991 hingga 1993 Mario menyampaikan niat untuk melaksanakan test DNA dengan Kiswinar kepada Ibu Aryani. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Aryani hingga bercerai pada 1993.

"Setelah hari ulang tahun Kiswinar ke-17, saya meminta kepada Ibu Aryani untuk memberikan hak bagi Kiswinar untuk mengetahui ayah biologisnya, melalui pemberitahuan olehnya atau oleh saya, atau melalui test DNA," kata Mario.

Lebih lanjut Mario, Kiswinar dan Linna Teguh bertemu di kawasan Kelapa Gading. Dalam perbincangan di sebuah restoran, Ario memberitahu Mario siapa sosok ayah sebenarnya.

"Dia mengangguk, tidak melihat atau menunjuk kepada saya, dan mengatakan ‘Mr. X’," kata Mario.

"Saya terkejut, meskipun sudah bertahun-tahun saya mendengar pernyataan Aryani bahwa Kiswinar bukan anak saya, tapi mendengar sendiri Kiswinar menyangkal saya, di depan wajah saya, bahwa saya bukan ayahnya, tetap menyakitkan hati," ucap Mario.

Mario pun mengaku sangat terluka dengan pernyataan Kiswinar yang tidak mengakuinya sebagai ayah, melainkan mengakui sosok lain yang lebih kaya dan berkedudukan sebagai ayahnya.

"Saat itu saya tidak berani menuntut atau membicarakannya secara terbuka dengan Ibu Aryani atau orang kaya yang disebutnya sebagai ayah aslinya, karena kesahajaan ekonomi kami saat itu tidak mungkin kuat melawan kekuatan uang dan pengaruh dari orang yang disebutnya sebagai ayahnya itu – jika mereka memperkarakan saya," ucapnya.

Lebih lanjut, Mario mempertanyakan mengapa Kiswinar dengan tenang bisa mengakui orang lain sebagai ayahnya saat Mario masih miskin. Namun setelah karir Mario naik, Kiswinar justru tampil di publik.

"Kiswinar giat menampilkan diri sebagai anak (padahal sudah berumur 30 tahun) yang tidak diakui dan terlantar, sehingga publik menghujat saya sebagai ayah yang menelantarkan anaknya, sampai dia kurus kering seperti itu," keluh Mario.

Saat ini kuasa hukum Mario Teguh sudah mengajukan permohonan tes DNA kepada DVI Mabes Polri terhadap kliennya dan Kiswinar.

Pewarta: Alviansyah Pasaribu

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016