Koba (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenalkan kesenian tradisional kepada yachter yang singgah di Pulau Ketawai, Jumat (21/10) malam.

"Pertunjukan kesenian tradisional daerah ditampilkan saat makan malam bersama yachter dari berbagai negara di Pulau Ketawai," kata Kepala Disbudparpora Bangka Tengah, Zaidi di Koba, Sabtu.

Ia menjelaskan, Pulau Ketawai menjadi titik singgah sejumlah kapal layar (yacht) dari berbagai negara dalam rangka kegiatan Sail  Karimata dan tercatat sekitar 30 kapal layar merapat di objek wisata pulau yang menjadi andalan di daerah itu.

"Kapal layar itu berasal dari berbagai negara di antaranya AS, Jerman, Italia, Swedia, Swis, Perancis, Belanda, Australia, Singapura, Malaysia dan Thailand," ujar dia.

Para yachter tersebut bermalam di Pulau Ketawai sambil menikmati makan malam dan tarian tradisional Bangka Tengah, bahkan sejumlah yachter ikut menari bersama para penari sanggar di daerah itu.

Zaidi mengatakan, para yachter tersebut rencananya akan naik ke darat melihat sejumlah objek wisata menarik di Bangka Tengah dan mengunjungi sejumlah rumah produksi UMKM.

"Tentu ini kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah kepada wisatawan mancanegara," ujarnya.

Ia mengatakan, puluhan kapal layar tersebut dijadwalkan kembali berlayar pada Senin (24/10) melanjutkan perjalanan dalam rangkaian Sail Karimata.

"Namun pada Minggu (23/10) malam kami akan menggelar acara penutupan atau penglepasan para yachter untuk melanjutkan perjalanan berlayar ke titik singgah lainnya," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016