Muntok (Antara Babel) - Komunitas pecinta satwa Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melepasliarkan sejumlah hewan lokal di hutan konservasi Gunung Menumbing Muntok sebagai upaya menjaga populasi di alam sehingga bisa memenuhi peran pentingnya dalam ekosistem.

"Sebanyak enam ekor musang dan tujuh burung belibis kami lepas liarkan di kawasan hutan konservasi Gunung Menumbing. Kami berharap satwa tersebut bisa hidup di habitatnya dan berkembang biak," kata anggota Komunitas Pecinta Satwa Pulau Bangka Alobi, Langka Sani, di Muntok, Rabu.

Sebanyak enam musang jenis musang pandan dan musang akar dilepasliarkan di dua lokasi di kawasan Gunung Menumbing yaitu dua ekor di sekitar Pos I dan empat ekor di puncak gunung.

Sedangkan tujuh ekor burung belibis dilepas di Sungai Babi.

"Sebenarnya masih ada satu ekor satwa yang akan dilepasliarkan yaitu elang, namun karena enggan terbang maka kami tunda," kata dia.

Penundaan pelepasan elang tersebut menurut dia tidak menjadi masalah karena jika dipaksakan untuk dilepas dikhawatirkan membahayakan satwa itu sendiri.

"Karena enggan terbang kami khawatir nantinya malah akan ditangkap oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Ia mengatakan hingga saat ini komunitas pecinta satwa Bangka sudah melepasliarkan sebanyak 329 ekor satwa, termasuk 13 satwa yang dilepas di Gunung Menumbing.

Satwa yang dilepasliarkan sebagian besar merupakan satwa yang diserahkan warga secara suka rela.

Lokasi yang dipilih untuk melepas satwa tersebut menurutnya sudah cukup ideal dan merupakan habitat jenis satwa, seperti di Gunung Menumbing, Hutan Dalil dan Hutan Pelawan Namang dan lainnya.

"Lokasi-lokasi tersebut masih terjaga kelestariannya dan ekosistemnya sesuai dengan satwa yang dilepas, kami berharap satwa-satwa tersebut terjaga kelestariannya secara turun temurun," kata dia.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2017