Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memfokuskan pembangunan 10 jamban di Desa Batu Belubang pada 2026, sebagai bagian dari intervensi sanitasi untuk percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Tengah Wiwik Susanti di Koba, Minggu, mengatakan pembangunan jamban tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat intervensi sanitasi di wilayah rawan stunting.
“Selain bantuan gizi, pembangunan 10 unit jamban akan difokuskan di Desa Batu Belubang sebagai bagian dari intervensi sanitasi,” katanya.
Ia menjelaskan program tersebut juga didukung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Menurut Wiwik, pada 2026 bantuan Baznas telah menyasar 25 Keluarga Rawan Stunting (KRS) yang terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Baznas merupakan salah satu mitra Pentaheliks yang konsisten mendukung Program Genting sejak 2025,” ujarnya.
Pemkab Bangka Tengah terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari intervensi gizi hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
Pemerintah daerah setempat juga menjalankan enam pilar strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2025–2029.
“Enam pilar tersebut melibatkan setiap elemen lintas sektoral, pemerintah daerah, hingga pemerintahan desa dan kelurahan,” katanya.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Bangka Tengah pada Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen.
Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 menargetkan angka stunting pada 2026 turun menjadi 17,5 persen.
"Kondisi ini tentu saja memerlukan perhatian serius melalui evaluasi dan penguatan berbagai program intervensi di lapangan," ujarnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026