"Penurunan terbesar terjadi pada impor non migas yaitu sebesar 98,2 persen dari 5,7 juta dolar AS menjadi 1 juta dolar AS dan impor migas turun 14 persen dari 1,4 juta dolar menjadi 1,2 juta dolar AS,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2014 tercatat 1,3 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun sebesar 81,3 persen dibanding April 2014 sebesar 7,2 juta dolar AS.
"Penurunan terbesar terjadi pada impor non migas yaitu sebesar 98,2 persen dari 5,7 juta dolar AS menjadi 1 juta dolar AS dan impor migas turun 14 persen dari 1,4 juta dolar menjadi 1,2 juta dolar AS," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, total nilai impor Babel pada Januari-Mei 2014 mencapai 15,8 juta dolar AS, atau turun 17,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 19,2 juta dolar AS.
"Penurunan nilai impor terjadi pada migas sebesar 31 persen dari 7 juta dolar AS menjadi 4,8 juta dolar AS serta impor non migas yang mengalami penurunan sebesar 10,5 persen dari 12,2 juta dolar AS menjadi 11 juta dolar AS," katanya.
Ia mengatakan, menurut golongan barang yang mempunyai nilai impor terbesar pada Mei 2014 yaitu golongan mesin atau pesawat mekanik (HS 84) sebesar 71,6 ribu dolar AS, diikuti kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) sebesar 14,5 ribu dolar AS.
Kemudian benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar 8,5 ribu dolar AS, pupuk (HS 31), mesin/peralatan listrik (HS 85) dan karet serta barang-barang dari karet (HS 40) masing-masing 4,3 ribu dolar AS, 2,6 ribu dolar AS dan 2,3 ribu dolar AS.
Ia menjelaskan, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor non migas pada Mei 2014 adalah golongan mesin atau peralatan listrik (HS 85) dengan kontribusi 74,21 persen diikuti mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) dengan kontribusi 8,98 persen.
Kemudian benda-benda dari besi dan baja sebesar 4,64 persen, sedangkan kapal laut dan bangunan terapung, pupuk serta karet dan barang -barang dari karet tidak mempunyai kontribusi dalam impor.
Berdasarkan negara asal impor pada Mei 2014, Singapura merupakan negara pemasok barang impor terbesar dengan jumlah 0,7 juta dolar AS dengan komoditas impor utama adalah golongan mesin-mesin dan peralatan listrik, diikuti Vietnam sebesar 0,5 juta dolar AS dengan komoditas impor utama bahan bakar mineral.
Kemudian Tiongkok sebesar 0,1 juta dolar AS dengan komoditas impor utama mesin-mesin atau pesawat mekanik dan mesin atau peralatan listrik dan Malaysia sebesar 0,01 juta dolar AS dengan komoditas impor utama mesin atau peralatan listrik.
"Apabila dibandingkan dengan Januari-Mei 2013 maka terlihat peningkatan impor dari Malayasia hingga di atas 300 persen yaitu dari 1,5 juta dolar menjadi 6,9 juta dolar AS," ujarnya.
Pewarta: Oleh MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.