"Kami datang kesini untuk meminta kebijakan dari polres agar tidak menahan rekan kami. Jika mereka ditahan, maka kami akan bertahan disini sampai besok dan akan mengirim massa lebih banyak lagi,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Puluhan pedagang ikan di Pasar Induk Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mendatangi Markas Polres setempat guna meminta agar rekan mereka yang terlibat pengerusakan kantor UPT Jumat lalu tidak ditahan.

"Kami datang kesini untuk meminta kebijakan dari polres agar tidak menahan rekan kami. Jika mereka ditahan, maka kami akan bertahan disini sampai besok dan akan mengirim massa lebih banyak lagi," ujar koordinator pedangang, Pecong, di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, pengerusakan terhadap kantor UPT Jumat lalu karena Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar Induk tidak pernah menanggapi laporan kami untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang berada diluar tempat yang sudah disediakan.

"Kami sudah sering mendatangi kantor UPT pasar dan meminta mereka untuk menertibkan PKL yang berada di luar tempat yang telah disediakan. Namun UPT tidak pernah menanggapi permintaan kami yang berakibat pengrusakan terhadap kantor UPT itu," ujarnya.

Dikatakannya, hari ini Polres memeriksa tiga orang rekan kami yang terlibat pengerusakkan. mereka ditangkap polisi saat sedang berjualan ikan di pasar itu tadi siang.

"Kami tidak menerima rekan kami ditangkap dan dibawa kekantor polisi, kami mendatagi polres Pangkalpinang guna meminta supaya rekan kami yang diperiksa tidak ditahan," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengancam akan mengumpulkan massa lebih banyak lagi untuk melakukan aksi Demo ke kantor Wali Kota pada Rabu (16/7), jika ke tiga rekannya itu jadi ditahan oleh polres Pangkalpinang.

"Lihat saja besok jika tiga orang ini ditahan, kami lebih baik tidak berjualan dan akan berdemo di kantor walikota dengan jumlah masa yang lebih besar," ancam, Pecong.

menurutnya, selama ini Pemerintah Daerah tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah PKL yang berjualan di luar tempat yang telah disediakan. Selain itu, semua biaya yang mereka bayar tidak sesuai dengan pelayanan yang diberikan.

"Setiap hari kami selalu dipungut biaya, baik itu biaya kebersihan dan lain sebagainya. Dari biaya itu, kami tidak melihat ada perubahan dengan kondisi pasar saat ini, malahan kondisinya dari hari kehari semakin parah," katanya.

Pewarta: Pewarta: Try Mustika Hardi
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026