"Sekarang ini populasi sapi di Bangka Tengah baru mencapai sekitar 400 ekor. Kekurangan itu akan kami kejar dengan terus mendorong peternak sapi,"Koba (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung menargetkan populasi sapi di daerah itu mencapai 3.037 ekor dengan terus mendorong masyarakat untuk beternak sapi.
"Sekarang ini populasi sapi di Bangka Tengah baru mencapai sekitar 400 ekor. Kekurangan itu akan kami kejar dengan terus mendorong peternak sapi," kata Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Tengah, Edi Ramdoni di Koba, Selasa.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sudah melakukan kontrak kinerja dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam upaya meningkatkan populasi sapi hingga mencapai target 3.037 ekor tersebut.
"Dalam perjanjian kontrak kinerja tersebut Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah diminta untuk meningkatkan populasi sapi sesuai target yang ditetapkan, dan jika tidak tercapai pemerintah provinsi akan meniadakan bantuan untuk daerah ini," katanya.
Karena itu, menurut dia, pihaknya terus mendorong peternak sapi untuk meningkatkan populasi sapi dengan memberikan insentif bagi mereka yang berhasil memelihara sapi betina bunting.
"Insentif bagi sapi betina bunting ini dalam rangka mendorong semangat peternak sapi untuk meningkatkan populasi sapinya," ujarnya.
Namun pihaknya yakin angka 3.037 ekor sapi itu akan tercapai karena sapi bunting saat ini sudah mencapai 400 ekor.
"Kemudian ditambah pengadaan 40 ekor sapi yang bersumber dari APBD Bangka Tengah dan 42 ekor dari Pemerintahan Provinsi Bangka Belitung sehingga menjadi 482 ekor," ujarnya.
Sisanya nanti akan diperoleh dari sapi yang dijual kelompok ternak dan digulirkan tahun ini sebanyak 100 ekor.
"Melihat populasi sapi semakin bertambah setiap tahun, mudah-mudahan swasembada daging di Bangka Tengah segera terwujud, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan daging sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan daging warga," katanya.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.