"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 269,2 persen dari 0,1 juta dolar AS menjadi 0,4 juta dolar AS sedangkan impor migas juga mengalami peningkatan sebesar 53 persen dari 1,2 juta dolar AS menjadi 1,9 juta dolar AS,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai impor Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2014 mencapai 2,3 juta dolar Amerika Serikat,  meningkat sebesar 69,7 persen dibanding Mei 2014 sebesar 1,3 juta dolar AS.      
    
"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 269,2 persen dari 0,1 juta dolar AS menjadi 0,4 juta dolar AS sedangkan impor migas juga mengalami peningkatan sebesar 53 persen dari 1,2 juta dolar AS menjadi 1,9 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan total nilai impor Babel pada Januari - Juni 2014 mencapai 18 juta dolar AS, atau turun 19,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 22,4 juta dolar AS.

"Penurunan nilai impor terjadi pada migas sebesar 18,8 persen dari 8,3 juta dolar AS menjadi 6,7 juta dolar AS serta impor non migas yang mengalami penurunan sebesar 19,7 persen dari 14,1 juta dolar AS menjadi 11,3 juta dolar AS," katanya.

Ia mengatakan, menurut golongan barang, pada Januari-Juni 2014 yang mempunyai nilai impor terbesar yaitu golongan mesin atau pesawat mekanik (HS 84) sebesar 72,3 ribu dolar AS, diikuti oleh kapal laut dan banguna terapung (HS 89) sebesar 14,5 ribu juta dolar AS.

Benda-benda dari besi dan baja (HS 73) 8,7 ribu dolar AS, pupuk (HS 31) sebesar 5,2 ribu dolar AS, mesin atau peralatan listrik dan karet serta barang-barang dari karet (HS 40) mempunyai nilai impor masing-masing sebesar 4,3 ribu dolar AS dan 2,3 ribu dolar AS.

Ia menjelaskan, pada Juni 2014 yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor non migas adalah golongan mesin-mesin atau peralatan listrik (HS 85) dengan kontribusi 76,6 persen.

Diikuti mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 19,28 persen, kemudian benda-benda dari besi baja sebesar 4,66 persen, sementara kapal laut dan bangunan terapung, pupuk serta karet dan barang-barang dari karet tidak mempunyai kontribusi dalam impor.

Ia mengatakan, berdasarkan negara asal impor, pada Juni 2014, Singapura merupakan negara pemasok barang impor terbesar dengan jumlah 1,4 juta dolar AS dengan komoditi impor utama adalah golongan bahan bakar mineral.

Diikuti oleh Vietnam sebesar 0,5 juta dolar AS dengan komoditi impor utama yang juga bahan bakar mineral, Tiongkok sebesar 0,3 juta dolar AS dengan komoditi utama mesin atau peralatan listrik dan Malaysia sebesar 0,3 juta dolar AS dengan komoditi utama yaitu mesin-mesin atau pesawat mekanik.

"Apabila dibandingkan dengan Januari-Juni 2014 maka terlihat peningkatan impor dari Malayasia hingga di atas 150 persen  yaitu dari 2,6  juta dolar AS menjadi 7 juta dolar AS," ujarnya.

Pewarta: Pewarta: Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026