"Peningkatan pasokan ternak sapi ini untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi lebih tinggi seiring konsumsi daging masyarakat yang cukup tinggi," ujar Kabid Peternakan Distanak Bangka Selatan, Alek di Toboali, Jumat.
Ia menjelaskan, saat ini pasokan ternak sapi dari Pulau Jawa dan Sumatera masih lancar dan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional masih bertahan tinggi berkisar Rp90.000-Rp95.000 per kilogram karena harga ternak sapi di daerah asal tinggi.
"Untuk memenuhi konsumsi daging sapi masyarakat yang cukup tinggi, kami masih mengandalkan pasokan ternak sapi luar daerah, karena usaha peternakan sapi masyarakat masih dalam tahap pengembangan," ujarnya.
Menurut dia, pada awal tahun ini, biasanya cuaca perairan Babel memburuk sehingga akan mengganggu lalu lintas kapal laut ternak.
"Apabila pasokan ternak sapi ini tersendat maka akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga daging cukup tinggi yang akan memberatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, konsumsi daging sapi masyarakat Kabupaten Bangka Selatan mencapai empat hingga lima ekor per hari dan konsumsi daging akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjelang perayaan hari besar agama Islam seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri, Maulid Nabi dan hari besar agama Islam lainnya.
"Menjelang hari perayaan agama, permintaan daging sapi akan mengalami peningkatan 150-200 persen dan secara otomatis harga daging akan naik, karena ketetapan harga daging ini berdasarkan hukum pasar, apabila permintaan meningkat maka harga dengan sendirinya harga naik," ujarnya.
Menurut dia, tingginya permintaan daging sapi ini, kami terus berupaya meningkatkan peternakan sapi ini melalui pembinaan dan bantuan sapi kepada kelompok tani, untuk mewujudkan Bangka Selatan menjadi daerah swasembada daging pada 2014.
"Minat petani mengembangkan peternakan sapi cukup tinggi karena lahan yang cukup luas dan ketersediaan rumput yang berlimpah, sehingga petani tidak terlalu kesulitan merawat dan mengembangbiakkan sapi tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi penyakit sapi yang bisa membahayakan peternakan sapi dan kesehatan masyarakat, kami telah membentuk tim yang akan memeriksa sapi di tempat-tempat penampungan dan pemotongan sapi.
"Sampai saat ini, kami belum menemukan atau menerima laporan daging-daging sapi yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, misalnya daging oplosan, gelonggongan, busuk dan lainnya," ujarnya.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.