"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 2960,7 persen dari 0,4 juta dolar AS menjadi 11,7 juta dolar AS,.,,,Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2014 mencapai 13,3 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 480,8 persen dibanding Juni 2014 yang tercatat 2,3 juta dolar AS.
"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 2960,7 persen dari 0,4 juta dolar AS menjadi 11,7 juta dolar AS sedangkan impor migas mengalami penurunan sebesar 19 persen dari 1,9 juta dolar AS menjadi 1,5 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan total nilai impor Babel pada Januari - Juli 2014 mencapai 31,3 juta dolar AS, atau turun 5,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 33,3 juta dolar AS.
"Penurunan nilai impor terjadi pada migas sebesar 0,2 persen dari 8,3 juta dolar AS menjadi 8,2 juta dolar AS serta impor non migas yang mengalami penurunan sebesar 7,7 persen dari25 juta dolar AS menjadi 23,1 juta dolar AS," katanya.
Ia mengatakan menurut golongan barang, pada Januari-Juli 2014 yang mempunyai nilai impor terbesar yaitu golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) sebesar 119,8 ribu dolar AS (51,9), diikuti mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) 2,5 ribu dolar AS (35,8 persen).
Benda-benda dari besi dan baja (HS 73) 9,1 ribu dolar AS (4 persen), pupuk (HS 31) 5,8 ribu dolar AS (2,5 persen) mesin atau perlatan listrik (HS 85) 4,5 ribu dolar AS (1,9 persen) serta karet dan barang-barang dari karet sebesar 2,3 ribu dolar AS (1 persen).
Ia menjelaskan, pada Juli 2014 yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor non migas adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) 105,3 ribu dolar AS (89,85 persen),
Diikuti mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) sebesar 10,2 ribu dolar AS, kemudian benda-benda dari besi baja (HS 73) 0,5 ribu dolar AS, pupuk (HS 31) 0,6 ribu dolar AS dan mesin atau peralatan listrik (HS 85) 0,2 ribu dolar AS.
Sementara serta karet dan barang-barang dari karet tidak mempunyai kontribusi dalam impor.
Ia mengatakan, berdasarkan negara asal impor, pada Juli 2014, Jepang merupakan negara pemasok barang impor terbesar dengan jumlah 10,5 juta dolar AS dengan komoditi impor utama adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung.
Diikuti oleh Malaysia sebesar 1,0 juta dolar AS dengan komoditi impor utama mesin-mesin atau pesawat mekanik, Singapura sebesar 1,0 juta dolar AS dengan komoditi impor utama bahan bakar mineral.
Kemudian Vietnam sebesar 0,6 juta dolar AS dengan komoditi utama bahan bakar minerlal dan Tiongkok sebesar 0,2 juta dolar AS dengan komiditi utama mesin-mesin atau pesawat mekanik.
Pewarta: Pewarta: MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.