Dalam jalan sehat Hari Bakti Imigrasi ke-70 di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung Eko Budianto mengatakan, program itu dijalankan dengan nama dan istilah yang akrab dengan masyarakat Bangka.
Ia mencontohkan program "Belacan", "Sahang", "Lemper", dan "Lempah Darat" yang merupakan produk dan nama makanan tradisional Bangka Belitung.
Program "Belacan" atau bawa berkas langsung wawancara merupakan program yang dibuat untuk mempermudah masyarakat ketika mengurus berkas atau paspor.
Dengan konsep itu, Kantor Imigrasi Pangkalpinang memangkas sejumlah birokrasi dan prosedur yang cukup melelahkan masyarakat yang mengurus paspor.
"Dulu harus antre. Sekarang kita pangkas birokasinya, bawa berkas langsung wawancara," katanya.
Kemudian, Program "Sahang" atau steril area untuk pemohon agar aman dan nyaman dari gangguan yang dimaksud untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga yang mengurus berkas.
Dengan program tersebut, orang lain tidak bisa sembarangan lagi untuk masuk karena hanya ditujukan bagi orang yang mengurus berkas.
"Dulu bebas orang masuk dan lalu lalang," ujar Eko.
Selanjutnya, Program "Lempah Darat" atau pelayanan pelaporan paspor hilang penuh kemudahan dan cepat.
Saat ini, warga yang melaporkan kehilangan paspor langsung diperiksa sehingga mempermudah prosedur untuk mendapatkan paspor pengganti.
Sedangkan inovasi Kantor Imigrasi Pangkalpinang lainnya adalah Program "Lemper" atau layanan pengiriman paspor ke rumah.
Namun karena sumber daya yang masih terbatas , program tersebut masih diberikan terbatas dan hanya kepada orang tertentu.
"Hanya untuk orang tua atau anak kecil saja," ujar Eko Budianto didampingi Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang Mas Arie Yuliansyah Dwi Putra.
Pewarta: Irwan ArfaUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.