"Saat ini status Babel sudah masuk ke tahap kesiapsiagaan Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono Susanto saat menggelar jumpa pers di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, jika WHO dan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan informasi resmi mengenai kasus pandemi, maka Dinkes dan BPBD akan segera melapor kepada gubernur.
Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2019 bahwa status pandemi sesuai dengan informasi resmi dari Kementerian Kesehatan.
"Saat ini,kami masih menunggu informasi resmi Kementerian Kesehatan, karena Provinsi Babel masih dalam posisi kesiapsiagaan. Artinya, tidak ada kasus positif Covid-19 dan hanya terdapat kasus pasien dalam pengawasan," ujarnya.
Menurut dia,saat ini pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Babel terus menyiapkan segala sesuatu selama menghadapi fase-fase kesiapsiagaan tersebut.
Ia mencontohkan pembentukan posko Covid-19 yang terdiri atas berbagai unsur yang terus berkoordinasi untuk mencegah masuknya virus tersebut di proprovinsi yang bergelar "Negeri Serumpun Sebalai" itu.
"Upaya cegah tangkal, dimulai dari pintu masuk, baik negara mau pun kewilayahan. Upaya penanganan pun terus ditingkatkan, terutama kesiapan rumah sakit rujukan, yaitu RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang dan RSUD Marsidi Judono Belitung, ditambah rumah sakit rujukan regional RSUD Babel," katanya.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menggencarkan promosi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), terutama Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah virus corona tersebut.
Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi sekaligus dokter spesialis paru RSUD Depati Hamzah, Adi Rosadi menjelaskan bahwa RSUD Depati Hamzah sudah meyiapkan ruang isolasi untuk kasus Covid-19.
Ia mengatakan, cara penularan Covid-19 melalui droplet, yaitu percikan dahak yang dikeluarkan seorang penderita. Saat batuk, seseorang bisa mengeluarkan tiga ribu droplet, saat bersin, droplet yang dikeluarkan lebih banyak lagi, yaitu lima belas ribu droplet, sedangkan saat bicara selama lima menit, mengeluarkan lebih kurang tiga ribu droplet. Dan diantara droplet tersebut, terdapat virus Covid-19.
Oleh karena itu, ditekankan bahwa yang sangat penting adalah mencuci tangan secara rutin dan berkala.
"Saat keluar rumah dan ke tempat mana saja, sering-sering mencuci tangan. Mencuci tangan yang baik itu dengan dengan alcohol base scrub, tetapi dengan sabun biasa juga bisa,” katanya.
"Jangan memegang area mata, mulut, dan hidung sebelum memastikan diri kita bahwa tangan sudah dicuci dengan baik dan benar," katanya menambahkan.
Pewarta: AprionisEditor : Irwan Arfa
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.