"Saya mencatat sampai dengan awal Oktober 2014 mencapai 20 kasus kebakaran di sejumlah tempat mulai dari kebakaran hutan sampai pemukimam penduduk,"Sungailiat (Antara Babel) - Koordinator Tim Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sampai awal Oktober 2014 tercatat 20 kasus kebakaran.
"Saya mencatat sampai dengan awal Oktober 2014 mencapai 20 kasus kebakaran di sejumlah tempat mulai dari kebakaran hutan sampai pemukimam penduduk," kata Koordinator Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Bangka, Akhirul di Sungailiat, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya mendapat laporan masyarakat mengenai terjadinya kebakaran terutama di kawasan hutan hampir setiap hari dari kebakaran kecil sampai kebakaran besar.
"Hanya saja laporan terbanyak adalah terjadinya kebakaran hutan yang diduga api dari pembakaran untuk perkebunan," katanya.
Dari 20 kasus kabaran yang terjadi, lanjutnya, paling banyak terjadi menjelang lebaran Idul Adha termasuk kebakaran hutan yang menjalar sampai keperusahaan peleburan biji timah atau smelter di Kelurahan Kenanga.
"Dengan kondisi cuaca kemarau berkepanjangan kami selalu siaga di kantor untuk melakukan tindakan jika terjadi kebakaran, dan saya harap kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kebakaran, baik hutan maupun pemukiman penduduk," ujarnya.
Menurut dia, untuk melakukan tindakan cepat menangani kebakaran sejumlah kendaraan mobil kebakaran selalu diisi air.
Kapolres Bangka, AKBP I Bagus Rai mengingatkan kepada seluruh masyarakat di wilayah kerjanya untuk tidak membakar hutan sembarangan dengan alasan apapun.
"Jangan membakar hutan sembarangan karena daun-daun banyak yang kering dan mudah menjalar luas ke tempat lain pada akhirnya banyak pihak yang dirugikan," katanya.
Ia mengatakan, pelaku pembakar hutan dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pewarta: Oleh KasmonoEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.