"Sebanyak 12 unit rumpon tersebut merupakan alternatif pengganti terumbu karang yang sudah rusak, pengadaan bahan baku pembuatan rumpon berasal dari swadaya masyarakat dibantu PT Timah Tbk," ujar nelayan setempat, Syahril di Muntok, Sabtu.
Ia menjelaskan, rumpon tersebut dipasang di perairan depan lokasi nelayan tersebut dengan jarak sekitar 6 mil dari bibir pantai.
"Kami pasang rumpon itu ke lokasi yang sudah ditentukan titiknya, dengan menggunakan alat bantu GPS oleh petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Barat," ujarnya.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, H Aswan mengatakan pembuatan rumpon yang terbuat dari besi dan ban bekas tersebut merupakan kreasi semi modern karya nelayan setempat.
Rumpon merupakan tempat bermain dan berkembang biak ikan buatan yang terbuat dari besi, ban bekas dan daun-daunan yang ditenggelamkan di laut sebagai pengganti terumbu karang yang diharapkan dapat mempermudah nelayan mendapatkan tangkapan ikan.
"Selain mendapatkan bantuan material pembuat rumpon, kami juga mendapatkan bantuan berupa jaring senilai Rp35 juta dari program CSR PT Timah Tbk," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Usaha Pemasaran DKP Kabupaten Bangka Barat, Kamso yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan upaya yang dilakukan para nelayan Pait merupakan langkah positif yang bisa dicontoh masyarakat nelayan di lokasi lain.
"Langkah swadaya seperti ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan yang selama ini terus menurun," katanya.
Menurunnya hasil tangkap nelayan saat ini banyak dipengaruhi rusaknya terumbu karang di perairan Bangka Barat karena berdampingan langsung dengan aktivitas kapal isap yang mengisap bijih timah di laut.
"Lumpur sisa penambangan laut dibuang begitu saja dan mengendap menutup terumbu karang sehingga komunitas ikan pindah ke tempat lain, untuk itu perlu adanya langkah untuk memperbaikinya," kata dia.
Ia mengatakan, pada 2013 Pemkab sudah merencanakan pemasangan rumpon di sembilan titik lokasi yang dinilai potensial dan mudah dijangkau nelayan lokal mencari ikan.
"Sudah ada anggaran untuk itu, saat ini kami sedang mencari titik-titik yang pas agar bantuan tersebut benar-benar bisa bermanfaat bagi warga nelayan," kata dia.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.