"Berarti sampai saat ini pemkab sudah menyalurkan bantuan insentif sapi senilai Rp100.800.000 dan kami harapkan bantuan seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,"Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menyerahkan bantuan insentif kepada peternak yang memiliki sapi bunting sebagai upaya meningkatkan populasi ternak di daerah itu.
"Bantuan tersebut pada hari ini secara simbolik diserahkan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat Saeful Pudri bersama Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali kepada perwakilan peternak penerima dalam kegiatan yang bersamaan dengan peresmian desa mandiri Desa Airgantang," ujar Kepala Bidang Peterakan Distanbunnak Kabupaten Bangka Barat Sri Mulyono Basuki di Muntok, Jumat.
Ia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan insentif sapi bunting kepada peternak binaan pemkab maupun peternak perorangan untuk 140 ekor sapi.
Menurut dia, setiap satu ekor sapi bunting mendapatkan bantuan sebesar Rp720.000 untuk biaya perawatan selama sapi bunting hingga anak sapi berusia enam bulan.
"Berarti sampai saat ini pemkab sudah menyalurkan bantuan insentif sapi senilai Rp100.800.000 dan kami harapkan bantuan seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," katanya.
Ia mengatakan, bantuan yang dianggarkan dari APBN tersebut sudah dua kali disalurkan di daerah itu, yang pertama pada 2012, sementara pada 2013 tidak mendapatkan bantuaun dan baru pada tahun ini bisa mendapatkan kembali bantuan yang cukup membantu biaya produksi peternak di daerah itu.
Menurut dia, tujuan utama pemberian insentif tersebut yaitu agar peternak termotivasi dalam mengembangkan budi daya sapi, terutama bagi mereka yang memiliki sapi bunting agar tidak dijual, hal ini tentu akan mampu meningkatkan populasi.
"Jadi kadang ada peternak yang menjual sapinya dalam keadaan bunting atau anak sapi yang berusia di bawah enam bulan, kami harapkan dengan adanya insentif tersebut para peternak yang memiliki sapi hamil bisa merawat induk dan anaknya hingga berumur lebih dari enam bulan," kata dia.
Ia mengatakan, insentif sapi bunting tersebut bisa digunakan peternak untuk biaya perawatan, seperti membeli suplemen, rumput, dan perbaikan kandang.
"Insentif ini diberikan kepada peternak yang memiliki sapi bunting, maksimal satu orang dua bantuan. Jadi meskipun ada peternak yang memiliki lima ekor sapi hamil, pemkab tetap hanya menyalurkan dua bantuan," kata dia.
Pada penyerahan bantuan yang dilakukan Kepala Distanbunnak berma Bupati kepada Ketua kelompok Ternak Mulya Tani, Yudit, juga dihadiri sejumlah Kepala SKPD pemkab setempat, Kapolsek Jebus, Camat Parittiga disakdikan ratusan warga Airgantang.
Pewarta: Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.