"Kerja sama penelitian untuk pengembangan usaha pembesaran kerang darah memberi manfaat yang cukup berarti, hasil panen jadi semakin banyak,"
Muntok (Antara Babel) - Sejumlah nelayan di Sukal Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menikmati hasil kerja sama antara pemerintah daerah setempat dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sudah terjalin dalam setahun terakhir.

"Kerja sama penelitian untuk pengembangan usaha pembesaran kerang darah memberi manfaat yang cukup berarti, hasil panen jadi semakin banyak," ujar anggota kelompok nelayan tambak kerang Dusun I Sukal, Rusdi di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, hasil kerja sama dalam pengembangan pembesaran kerang darah dilakukan beberapa kali di lokasi tambak yang berada di hilir Sungai Sukal dengan wilayah penelitian mencapai puluhan hektare.

"Beberapa kali para peneliti datang untuk terjun langsung ke tambak sekaligus memberikan kami pengetahuan mengenai pola pembesaran kerang. Mereka menyarankan agar para nelayan mengubah kebiasaan kami dan ternyata hasilnya cukup memuaskan," kata dia.

Ia menerangkan, pola pembesaran kerang yang selama ini diterapkan nelayan masih tradisional seperti pola yang diterapkan para pendahulu mereka sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Dengan masuknya para peneliti ke lokasi tambak, kata dia, pola pembesaran diubah yaitu dengan mempertimbangkan alur penebaran benih, perawatan sampai pemilihan lokasi tambak juga menjadi pertimbangan agar usaha lebih berhasil.

"Berdasarkan anjuran para peneliti, kami mengikutinya dan hasilnya cukup meningkat, dari rata-rata hasil produksi dari 100 sampai 150 persen benih yang ditebar menjadi dua kali lipat," katanya.

Bahkan, untuk benih yang diambil dari budi daya kerang Desa Kundi, kata dia, hasil panen bisa meningkat tiga kali lipat.

"Kami berharap ke depan pemkab tetap melakukan pendampingan kepada nelayan tambak di daerah itu agar produksi kerang darah semakin baik dan mampu menyejahterakan warga di daerah itu," kata dia.

Ketua kelompok nelayan Dusun I Sukal, Kariyan mengatakan sampai saat ini jumlah nelayan yang menekuni usaha tambak kerang semakin bertambah.

"Lebih dari 100 kepala keluarga Dusun Sukal ikut menjadi petambak kerang, jumlah tersebut mencapai 90 persen lebih jumlah KK di daerah itu," kata dia.

Dia berharap ke depan pemerintah tetap melakukan pendampingan dalam pengembangan usaha tambak serta ikut menjaga kelestarian sungai agar tidak terjadi gagal panen seperti tahun lalu.

Beberapa hari sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Herzon mengatakan kerja sama dengan LIPI merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah setempat dalam upaya membantu warga pesisir mengembagkan potensi kelautan.

"Penelitian yang dilakukan bersama tersebut fokus pada pola budidaya yang perlu dilakukan untuk menggenjot produksi kerang darah di desa tersebut," kata dia.

Selain pola budidaya, saat ini LIPI juga sedang melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalam kerang darah dan manfaatnya.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026