"Penurunan terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 83,2 persen dari 8,5 juta dolar AS menjadi 1,4 juta dolar AS, ,,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai impor Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada September 2014 menurun tajam dibanding Agustus 2014 dari 10,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) menjadi hanya 1,4 juta dolar AS atau anjlok 86,3 persen.

"Penurunan terbesar terjadi pada impor nonmigas yaitu sebesar 83,2 persen dari 8,5 juta dolar AS menjadi 1,4 juta dolar AS, sedangkan pada migas tidak terdapat kegiatan impor selama September 2014," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan, ada tiga golongan yang memberikan kontribusi impor non migas pada September 2014 yaitu golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar 1,2 juta dolar AS dan mesin atau peralatan listrik serta golongan pupuk masing-masing 0,1 juta dolar AS.

Sedangkan golongan mesin-mesin atau pesawat mekanik, golongan benda-benda dari besi dan baja serta golongan karet dan barang dari karet tidak mempunyai kontribusi dalam impor.

Ia menjelaskan, pada Januari-September 2014 nilai impor mengalami peningkatan sebesar 13,3 persen atau menjadi 43,2 juta dolar AS dari 38,1 juta dolar AS pada Januari-September 2013.

"Peningkatan itu terjadi karena naiknya nilai impor nonmigas hingga 22,7 persen atau dari 26,9 juta dolar AS menjadi 33 juta dolar AS, sedangkan impor migas turun 9,1 persen atau dari 11,2 juta dolar AS menjadi 10,2 juta dolar AS," ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan impor terbesar dari Jepang yang tidak ada impor pada Januari-September 2013 menjadi 10,5 juta dolar AS pada Januari-September 2014, kemudian Malaysia 162,1 persen dari 5,1 juta dolar AS menjadi 13,4 juta dolar AS.

Sedangkan impor dari Tiongkok mengalami penurunan 70,5 persen dari 14,7 juta dolar AS menjadi 4,3 juta dolar AS, Vietnam 48,5 persen dari 5,2 juta dolar AS menjadi 2,7 juta dolar AS dan Singapura 10,8 persen dari 8,4 juta dolar AS menjadi 7,5 juta dolar AS.

Pewarta: Oleh Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026