"Kami meminta untuk angkutan umum tetap diberikan subsidi agar tarif angkutan umum tidak perlu dinaikkan. Kasihan masyarakat kena imbasnya,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Provinsi Bangka Belitung (Babel), meminta pemerintah pusat memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) bagi angkutan umum, sehingga tarif angkutan umum tidak perlu dinaikkan.

"Kami meminta untuk angkutan umum tetap diberikan subsidi agar tarif angkutan umum tidak perlu dinaikkan. Kasihan masyarakat kena imbasnya," ujar Humas Organda Babel, Sarjili, saat dihubungi, Rabu.

Ia mengatakan, dengan kenaikan BBM sebesar Rp2.000 baik premium maupun solar, akan memberatkan pelaku usaha jasa angkutan umum.

"Sebab tarif belum kami naikkan. Kami tentu tidak mampu untuk membeli BBM," katanya.

Menurut dia, pihaknya memang tidak bisa melarang pemerintah pusat menaikkan harga BBM, namun untuk kendaraan angkutan umum tetaplah diberikan subsidi.

Sebagai bentuk protes, Organda pusat menetapkan pada hari ini, seluruh angkutan umum seluruh Indonesia menghentikan operasionalnya, sebagai bentuk protes dan kekecewaan atas kenaikan harga BBM.

"Di Babel juga sejumlah angkutan berhenti beroperasi, namun ada juga yang masih berjalan karena belum mendapat informasi," katanya.

Ia menyebutkan, kenaikan BBM di Bangka Belitung akan menyulitkan pelaku usaha transportasi, mengingat upah minimum masih sebesar Rp1,8 juta.

"Apalagi harga kebutuhan di Babel mahal. Kalau kami naikkan tarif angkutan tentu akan menyulitkan masyarakat. Misalnya tarif angkutan Pangkalpinang ke Muntok yang biasanya Rp35 ribu, kami naikkan Rp50 ribu tentu akan memberatkan, sedangkan harga BBM telah naik," ujarnya.


Pewarta: Oleh: Leo Oktaviano
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026