"Pada triwulan III tahun ini, konsumsi rumah tangga masih mengalami kontraksi lebih dalam, sehingga menahan laju perbaikan perekonomian daerah ini," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan saat FGD upaya dan langkah strategis pemulihan dan stabilitas ekonomi di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung secara berturut pada triwulan II dan III tahun ini mengalami kontraksi sebesar 4,98 persen (YoY) dan 4,38 persen (YoY) melambat dibandingkan capaian triwulan I yang masih tumbuh positif sebesar 1,35 persen (YoY).
"Data ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pertumbuhan ekonomi dari Triwulan II ke Triwulan ke III. Hal ini tidak terlepas dari telah kembalinya aktivitas ekonomi pasca penerapan adaptasi tatanan kehidupan baru dan realisasi program pemulihan ekonomi," ujarnya.
Menurut dia melambatnya laju perekonomian Bangka Belitung ini diakibatkan masyarakat lebih berhati-hati dan cenderung menahan konsumsi yang tercermin dari meningkatnya pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan dari pemerintah dan perorangan, serta melambatnya pertumbuhan kredit konsumsi.
Oleh karena itu, diharapkan adanya sinergi dan kolaborasi dengan lembaga pemerintah dapat mengembalikan dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi Babel di angka 3-4 persen.
"Salah satu upaya yang saat ini gencar kami lakukan yakni membangkitkan UMKM Bangka Belitung melalui penyaluran bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," katanya.
Kepala Bagian Pengawasan OJK Regional 7 Sumbagsel, Lina mengatakan penyaluran KUR di Babel per-Agustus 2020 ini sudah mencapai Rp561,27 milliar.
"Mudah-mudahan dengan mengoptimalkan KUR ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat di tengah pendemi COVID-19 ini," katanya.
Di akhir kegiatan disepakati 3 poin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Pemprov Babel dengan Forkopimda Provinsi Kepulauan Babel, KPw BI Kepulauan Babel, OJK Regional 7 Sumbagsel, Kanwil DJPb, dan BPS Babel.
Adapun 3 poin kesepakatan untuk mendorong pemulihan ekonomi pengendalian inflasi dan realisasi KUR yakni mendorong pemulihan ekonomi Babel di angka 3-4 persen dengan meningkatkan sinergisitas dan kerja sama antar pihak.
Selanjutnya, meningkatkan pengendalian inflasi di kisaran 3 plus minus 1 persen untuk penguatan ekonomi daerah dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta meningkatkan realisasi penyaluran KUR.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026