"Pedampingan ini untuk melindungi warga binaan terjangkit HIV/AIDS dari sikap diskriminatif petugas dan warga binaan lapas lainnya,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendampingi warga binaan positif HIV/AIDS (Odha) di lembaga permasyarakatan untuk mencegah penularan virus penyakit tersebut.

"Pedampingan ini untuk melindungi warga binaan terjangkit HIV/AIDS dari sikap diskriminatif petugas dan warga binaan lapas lainnya," kata Pengelola Program KPA Bangka Belitung, Pari Puspa, di Pangkalpinang, Jumat.

Dalam upaya mengoptimalkan pendampingan Odha ini, kata dia, pihaknya telah bekerja sama dengan Departemen Hukum dan HAM dan Lapas Tua Tunu Pangkalpinang.

"Jangan sampai penderita HIV/AIDS yang sedang menjalani hukuman ini diasingkan, karantina, diperlakukan tidak baik, sehingga mereka tidak mendapatkan haknya sebagai manusia," ujarnya.

Saat ini, kata dia, ada beberapa warga binaan di Lapas Tua Tunu menderita HIV/AIDS, sehingga mereka perlu didampingi agar tidak menularkan virus penyakit yang dideritanya kepada warga binaan lainnya.

"Pendampingan ini agar Odha lebih membuka diri dan sadar bahwa mereka telah terjangkit penyakit tersebut, sehingga mereka tidak melakukan hubungan seks kepada orang lain," ujarnya.

Menurut dia, penularan virus HIV/AIDS dapat melalui tiga cairan, yaitu darah, sperma dan cairan vagina. Cairan sperma dan vagina ini ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman.

Namun demikian, kata dia, dengan adanya pendampingan kepada Odha ini dapat mengurangi resiko penularan virus berbahaya itu di lapas tersebut.

"Kami tidak bisa menyampaikan berapa banyak Odha di lapas. Namun pada intinya pendampingan ini untuk melindungi Odha dan penghuni lapas lainnya dari virus HIV/AIDS ini," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026